Laporkan Masalah

READING BETWEEN THE LINES: SAFEGUARDING THE ROLE OF EXPERT WITNESS IN INTERNATIONAL ARBITRATION THROUGH ANALYSIS OF BEST PRACTICES

GRADY LEMUEL GINTING, Muhammad Rifky Wicaksono, S.H., M.Jur (Dist)

2020 | Skripsi | S1 HUKUM

Sebagai mekanisme alternatif penyelesaian sengketa, arbitrase menawarkan proses yang efisien dan fleksibel kepada para subyeknya. Namun, penyertaan saksi ahli yang ditunjuk oleh para pihak diyakini menimbulkan dampak yang tidak menguntungkan dalam konteks biaya dan lamanya proses arbitrase. Alasannya adalah; (1) peran yang tidak ditentukan untuk saksi ahli, (2) kurangnya mekanisme yang tersedia dalam melindungi peran para saksi ahli, dan (3) kekurangan penegakan sanksi dalam kasus-kasus pelanggaran etika. Terlepas dari kenyataan itu, peraturan yang berlaku tidak menawarkan panduan yang cukup untuk mengurangi partisipasi saksi ahli yang dianggap merugikan. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mencari jawaban dalam praktik terbaik komunitas arbitrase internasional. Berdasarkan kebutuhan praktis dari komunitas, inovasi ditemukan untuk mengatasi masalah yang disebutkan di atas. Sebagaimana terbukti dari upaya untuk mendefinisikan peran saksi ahli, berbagai rekomendasi prosedural dalam memanfaatkan alat bukti keterangan ahli dan argumen untuk mengajukan keberatan atas saksi ahli, praktik terbaik telah mengisi celah hukum yang diperlukan. Oleh karena itu, solusi untuk persoalan diatas dapat ditemukan dalam praktik-praktik sebelumnya dan tulisan ilmiah. Meskipun demikian, saksi ahli tetap menjadi masalah yang diatur tetapi tidak terselesaikan dalam arbitrase internasional dengan sejumlah besar pedoman dan rekomendasi untuk membantu majelis arbitrase dalam menyelesaikan perkaranya masing-masing.

As an alternative dispute resolution mechanism, arbitration presumably offers efficient and flexible proceedings to its subjects. Be that as it may, the utilization of party-appointed experts in arbitration poses unfavourable repercussions to the cost and length of arbitral proceedings. The reason being (1) an uncertain role for the expert witness, (2) the lack of an available mechanism in safeguarding the role of the expert witness, and (3) the lack of sanctions in cases of ethical violations. Notwithstanding that fact, the current regulatory framework offers minimum guidance to diminish the adverse use of expert witness. Given the circumstances, this research aspires to seek the answers within the best practices of the international arbitration community. Based on the practical need of the community, innovations were discovered to tackle the aforementioned issues. As evidenced by attempts to define the role of the expert witness, providing various procedural recommendations in utilizing expert evidence and possible arguments to challenge the expert witness, best practices have filled in gaps wherever necessary. Therefore, the possible solution to each issue may be found within the community's past practices and numerous scholarly writings. Be that as it may, expert witness remained a governed-but-not-settled matter in international arbitration with an abundance of guidelines and recommendations to assist the arbitral tribunal on a case-to-case basis.

Kata Kunci : International Arbitration, Expert Witness, Best Practices

  1. S1-2020-392735-abstract.pdf  
  2. S1-2020-392735-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-392735-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-392735-title.pdf