Laporkan Masalah

Analysis of Success Factors in Determining Sales Value of Taxable Object (SVTO) that Correspond to Fair Market Value

AGUSTINUS IMAM S, Irwan Taufiq Ritonga, M.Bus., Ph.D., CA.

2020 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontradiksi dalam menentukan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sesuai dengan harga pasar wajar di Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta. Selain itu, penelitian ini ingin menguraikan faktor-faktor keberhasilan Kota Yogyakarta dalam menentukan NJOP mendekati harga pasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan tinjauan dokumen dilakukan oleh para peneliti. Basis teoretis yang digunakan adalah tekanan isomorfisme dalam teori institusional (DiMaggio dan Powell, 1983). Penelitian pendahuluan dilakukan di lima Kantor Pajak Pratama di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Daerah Istimewa Yogyakarta. Responden dari penelitian ini adalah dari Kantor Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Yogyakarta dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Bantul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan NJOP di Bantul dipengaruhi oleh tekanan isomorfisme normatif karena Bantul memilih untuk mengikuti norma kelompok seperti pemerintah daerah sekitarnya. Sebaliknya, penetapan NJOP di Yogyakarta dipengaruhi oleh tekanan koersi karena Yogyakarta cenderung mengikuti undang-undang dan regulasi. Pelajaran penting dari Kota Yogyakarta adalah kesiapan peraturan, penggunaan data yang dapat diandalkan, pemberian insentif, peningkatan nilai jual objek pajak tidak kena pajak,sosialisasi luas, dan rekrutmen penilai. Bantul, dan pemerintah daerah lainnya, seharusnya merujuk pada Undang-Undang dan Kota Yogyakarta, sebagai praktik terbaik dalam menentukan NJOP. Akhirnya, penelitian ini dapat menjadi pemicu penelitian lebih lanjut di wilayah yang lebih luas atau nasional.

This study aims to determine the contradiction in determining the Sales Value of Taxable Object (SVTO) in accordance with fair market price in Bantul Regency and Yogyakarta City. Besides, this study elaborates on the success factors of Yogyakarta City in determining SVTO approaching market prices. The study uses descriptive qualitative research methods with a case study approach. Researchers conduct data collection through in-depth interviews and document review. The theoretical basis used is the pressure of isomorphism in institutional theory (DiMaggio and Powell, 1983). The preliminary research was conducted at five Primary Tax Offices at the Directorate General of Taxes (DGT) Regional Office in Province of Daerah Istimewa Yogyakarta. Respondents of this study were from the Revenue and Regional Asset Management Office (BPKAD) Yogyakarta and Financial and Regional Assets Office (BKAD) Bantul. The results show that SVTO determination in Bantul is influenced by normative isomorphism pressure because Bantul chooses to follow the group norm of surrounding local governments. On the contrary, SVTO determination in Yogyakarta is influenced by coercive pressure because Yogyakarta tends to follow the laws and regulations. Essential lessons from Yogyakarta City are the readiness of regulations, the use of reliable data, providing incentives, increasing the untaxable value of the sales value of the taxable object, extensive socialisation, and recruitment of appraisers. Bantul should refer to the Laws and Yogyakarta City, as best practice in determining SVTO. Eventually, this research can be a trigger of further research in a broader area or nationwide.

Kata Kunci : SVTO, market price, best practice, isomorphism

  1. S2-2020-421606-abstract.pdf  
  2. S2-2020-421606-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-421606-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-421606-title.pdf