Laporkan Masalah

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN SINDROM KORONER AKUT YANG MENJALANI ELECTIVE PERCUTANEOUS CORONARY INTERVENTION DI RUANG PERAWATAN JANTUNG RSUP DR. SARDJITO

ALIF KHANIFUDIN, Bayu Fandhi Achmad, S.Kep., Ns., M.Kep; Subroto, S.Kep., Ns., M.Kep

2020 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATAN

Latar Belakang: Sindrom koroner akut (SKA) adalah sekelompok masalah penurunan aliran darah ke otot jantung yang merupakan penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab kematian paling umum didunia. Salah satu intervensi untuk menangani SKA yaitu dengan melakukan elective percutaneous coronary intervention. Berdasarkan penelitian, pasien SKA yang menjalani elective-PCI mengalami kecemasan. Kecemasan pada pasien SKA harus secepat ditangani karena dapat memperburuk penyakit yang diderita, memengaruhi status hemodinamik, gangguan kekebalan tubuh dan gangguan metabolisme. Salah satu bentuk strategi koping yang dapat digunakan untuk mengatasi kecemasan yaitu dukungan sosial. Tujuan Penelitian: Untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat kecemasan pada pasien dengan sindrom koroner akut (SKA) yang menjalani elective percutaneous coronary intervention. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelatif dengan rancangan cross sectional. Sampel dari penelitian ini adalah pasien SKA yang akan menjalani elective-PCI diruang perawatan jantung, RSUP Dr. Sardjito yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan modifikasi kuesioner Dukungan Sosial Kusumadewi dan Zung Self - Rating Anxiety Scale. Analisis univariat digunakan untuk mengetahui karakteristik pasien SKA yang akan menjalani elective PCI. Sedangkan uji bivariat spearman’s rank untuk mengetahui apakah ada hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat kecemasan pada pasien SKA yang akan menjalani elective PCI. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien tidak memiliki kecemasan. Sebagian besar pasien menerima dukungan sosial dalam kategori tinggi. Rata-rata bentuk dukungan yang paling banyak diterima berupa dukungan emosional, informasional, penghargaan dan instrumental. Analisis korelasinya menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat kecemasan (p=0,136). Kesimpulan: 1) Sebagian besar pasien SKA yang akan menjalani elective-PCI tidak memiliki kecemasan; 2) Sebagian besar pasien SKA yang akan menjalani elective-PCI menerima dukungan sosial dalam kategori tinggi; 3) Tidak ada hubungan antara dukungan sosial dengan kecemasan pada pasien SKA yang akan menjalani elective-PCI di RSUP Dr. Sardjito.

Background: Acute coronary syndrome (ACS) is a most common cause of death in the world cardiovascular disease that occurs when blood flow to the heart muscle decrease. One intervention to treat ACS is by conducting elective percutaneous coronary intervention. Based on research, ACS patients who undergo elective-PCI experience anxiety. Anxiety in SKA patients must be treated as quickly as it can aggravate the illness, affect hemodynamic status, immune disorders and metabolic disorders. One form of coping strategies that can be used to overcome anxiety is social support. Objective: To investigate the relationship between social support and anxiety levels in patients with acute coronary syndrome (ACS) who undergo elective percutaneous coronary intervention. Method: This research is a correlative analytic study using a cross sectional design. The sample of this study was SKA patients who will undergo elective-PCI in the cardiac care unit, Dr. RSUP. Sardjito with a purposive sampling technique. Data were obtained from social support questionnaire modified by Kusumadewi and Zung Self - Rating Anxiety Scale. Univariate analysis was used to determine the characteristics of respondents in ACS patients who would undergo elective PCI. The Spearman's rank test was used to determine whether there was a relationship between social support and anxiety levels in SKA patients who would undergo elective PCI. Results: The result of the study showed that almost client had no anxiety. Almost client with had high social support. Types of social support that almost accept by client gained in the form of emotional, informational, reward support and instrumental. The relationship analysis showed that there no correlation between social support and anxiety level (p=0.136). Conclusion: 1) Almost SKA patients who will undergo elective-PCI had no anxiety; 2) Almost SKA patients who will undergo elective-PCI with had high social support; 3) There is no relationship between social support and anxiety in SKA patients who will undergo elective-PCI at RSUP Dr. Sardjito.

Kata Kunci : dukungan sosial, tingkat kecemasan, sindrom koroner akut, elective-PCI

  1. S1-2020-397793-abstract.pdf  
  2. S1-2020-397793-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-397793-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-397793-title.pdf