Laporkan Masalah

SIASAT PEMBEBASAN PEREMPUAN DALAM NOVEL GONE GIRL KARYA GILLIAN FLYNN MELALUI BAHASA FEMININ LUCE IRIGARAY

MUHAMMAD RIZAL, Dr. Nur Saktiningrum, M.Hum.

2020 | Tesis | MAGISTER SASTRA

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bahasa feminin pengarang dan tokoh perempuan dalam novel Gone Girl karya Gilian Flynn. Bahasa feminin menjadi siasat bagi pengarang maupun tokoh perempuan dalam novel untuk membebaskan perempuan. Sebagai pengarang perempuan, Gillian Flynn mencoba membuat narasi baru pada perempuan. Berdasarkan pengalamannya, ia membuka sisi lain dari perempuan yang jarang diungkap. Novel Gone Girl menceritakan secara kompleks bagaimana perjuangan perempuan dalam membebaskan bahasanya dari dominasi maskulin. Usaha pengarang dan tokoh perempuan dalam novel menjadi titik fokus dalam pembahasan. Bagaimana mereka mempraktikkan bahasa feminin dan mengapa mereka melakukannya akan menjadi pokok permasalahan dalam penelitian. Pemikiran Luce Irigaray tentang bahasa feminin digunakan sebagai alat untuk menjawab persoalan dalam penelitian. Di samping itu, pendekatan ginokritik juga akan dipakai untuk menjelasakan perihal pengarang perempuan yang menulis tentang perempuan. Irigaray menilai bahwa dominasi maskulin tidak akan bisa diruntuhkan hanya dengan kesetaraan gender. Jauh sebelum itu, Irigaray menyarankan agar kita menghormati perbedaan gender terlebih dahulu. Perbedaan gender dijabarakan dalam sebuah konsep yang dinamakan bahasa feminin. Irigaray merangkum tiga langkah dalam mempraktikkan bahasa feminin yaitu: menghindari bahasa netral, menciptakan bahasa perempuan, dan meniru bahasa laki-laki dengan proporsi lebih. Langkah-langkah tersebut harus dilakukan jika perempuan tidak mau hanya dianggap sebagai limbah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengarang novel mengalami kebosanan atas penggambaran perempuan yang mainstream. Pengarang menciptakan bahasa perempuan serta mengeksplorasinya melalui tokoh perempuan dalam novel. Ia menawarakan relaitas dua gender sebagai perwujudan bahasa perempuan dan laki-laki yang berbeda. Bahasa feminin pengarang juga terwujud dari kompleksitas novel sebagai representasi perempuan yang tidak mudah untuk dibaca. Selanjutnya, tokoh perempuan dalam novel telah mempraktikkan tindakan yang ditawarakan oleh Irigaray sebagai perlawanan atas dominasai maskulin. Tindakan ini dilakukan karena tokoh perempuan hidup dalam tradisi yang didominasi oleh bahasa maskulin sehingga ia mengalami keterasingan. Sehingga dengan tindakan ini, tokoh perempuan mampu meraih subjektivitanya, yang membuatnya bebas dalam berekspresi.

This study aims to reveal feminine language of the author and the female character in Gillian Flynn's Gone Girl. The feminine language is the strategy of the author and the female character in novel to liberate women. As a female author, Gillian Flynn tried to create a new narrative for women. Based on her experience, she opened the other sides of women which are rarely revealed. Gone Girl tells the complex story of how woman struggles to liberate their language from masculine domination. The efforts of the author and female character in novels become a main point in the discussion. How they practice feminine language and why they do it will be the main problem in the research. Luce Irigaray's thoughts about feminine language is used as a tool to answer the problems in the research. In addition, the gynocritical approach will also be used to explain the issue of female author who writes about women. Irigaray considered that masculine domination cannot be undermined only by gender equality. Before that, Irigaray suggested that we should respect gender differences at first. Gender differences are expressed in a concept called feminine language. Irigaray summarizes three steps in practicing feminine language. Those are avoiding neutral language, creating female language, and imitating male language with more proportions. These steps should be taken if women do not want to be considered as cesspool. The results of this study indicate that female author experienced boredom over the portrayal of women which are mainstream. The author created women's language and explored it through female character in the novel. She offered a two-gender relationship as a manifestation of the different languages of women and men. The author's feminine language is also shown from the complexity of the novel as a representation of women which are not easy to understand. Furthermore, the female character in the novel had practiced the actions offered by Irigaray as resistance over masculine domination. This action was carried out because the female character lived in a tradition dominated by masculine language so that she experienced alienation. Finally with this action, the female character is able to achieve her subjectivity, which makes her free to speak.

Kata Kunci : bahasa feminin, dominasi maskulin, subjektivitas, ginokritik, Luce Irigaray, Gillian Flynn, Gone Girl.