Tata Krama Jawa Mataraman pada Perawatan Pasien di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
MASAYU NISYA ARRINI, Uki Noviana, S.Kep., Ns., MNSc., Ph.D; Ariani Arista, S.Kep., Ns., MAN., DNP
2020 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar Belakang: Perilaku oknum perawat yang buruk seringkali muncul pada tajuk berita di media massa. Padahal seorang perawat itu hendaknya berperilaku yang dapat memberi rasa nyaman, peduli, cinta, siap membantu apabila pasien membutuhkan, perhatian, dan kasih sayang. Hal tersebut tercermin juga pada sikap orang-orang Jawa yang dikenal akan keramah-tamahannya. Keramah-tamahan itu memang diatur oleh orang Jawa terdahulu pada aturan sosial yang disebut tata krama. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan tata krama Jawa pada praktik perawatan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh dengan wawancara semi terstruktur pada 10 partisipan. Partisipan penelitian adalah perawat yang bekerja di instalasi rawat inap dan bersuku bangsa Jawa Mataraman. Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan metode analisis konten. Hasil: Hasil penelitian yang didapatkan berupa pengetahuan dan pengalaman partisipan mengenai konsep tata krama Jawa, bentuk-bentuk tata krama, penerapan tata krama Jawa pada praktik perawatan, dan luaran tata krama Jawa. Penerapan tata krama Jawa saat praktik dijabarkan menjadi penerapan tata krama pada pasien, penerapan tata krama pada kolega, dan penerapan tata krama pada keluarga pasien. Kesimpulan: Tata krama Jawa Mataraman bisa bahkan sangat penting diterapkan untuk membantu dalam membangun kepercayaan dengan pasien, serta menghilangkan image perawat yang buruk.
Background: Poor nursing behavior often appears in media headline. Though a nurse should behave as if it can provide control, care, love, ready to help if the patient needs attention, and affection. This was also reflected in the attitude of the Javanese known for their hospitality. Their hospitality indeed regulated by their early Javanese to a so called manners (tata krama). Objective: The purpose of this study was to describe the application of Javanese's manners on patient care at Central General Hospital Dr. Sardjito Yogyakarta. Methods: This study was a qualitative study with ethnographic approaches. Data obtained with semi structured interviews to 10 participants. Participants were Javanese nurses who work at inpatient installations. All the data collected were analyzed using content analysis method. Results: The study obtained participants knowledge and experiences regarding the concept of Javanese's manners, examples of Javanese's manners, the application of Javanese manners on patient care, and the outcome of Javanese's manners. Javanese's manners application in hospitals depicted in application of Javanese's manners to patient, application of Javanese's manners to coleagues, and Javanese's manners to patient's family. Conclusion: Participants agreed that Javanese's manners should be applied in hospital to minimize complaints and helps nurses to build trust with patients and in reducing a poor image among nurses.
Kata Kunci : Kata kunci: tata krama Jawa Mataraman, perawatan pasien, perilaku perawat