Gambaran Tingkat Kesadaran Kanker Payudara Pada Wanita Risiko Tinggi Di Yogyakarta
CINDY SURYA CAROLINE, Haryani S.Kp., M.Kes., Ph.D; Khudazi Aulawi, S.Kp., M.Kes., MNSc., Ph.D
2020 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar belakang : Kanker payudara merupakan penyebab utama kematian dan paling sering didiagnosis pada wanita di seluruh dunia. Seseorang yang memiliki ibu, saudara perempuan, atau anak perempuan penderita kanker payudara mempunyai risiko terkena kanker payudara yaitu sebesar dua kali lipat. Kesadaran masyarakat dan individu memberikan peran penting dalam pencegahan, diagnosis dini dan pengobatan kanker payudara. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran kesadaran kanker payudara pada wanita risiko tinggi di Yogyakarta. Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada November 2019 - Januari 2020 kepada 100 wanita yang memiliki risiko tinggi kanker payudara. Responden diminta untuk menjawab 36 item pertanyaan pada kuesioner Breast Cancer Awareness Scale in Indonesian (BCAS-I). Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat. Hasil Penelitian : Rata-rata umur responden pada penelitian ini adalah 31,38 tahun (SD=13.016). Mayoritas responden lulusan SMA, sudah menikah, tidak bekerja, tidak memiliki pendapatan, dan memiliki asuransi kesehatan. Hanya 56% responden yang memiliki tingkat kesadaran kanker payudara tinggi. Sebanyak 62% responden dalam penelitian ini memiliki tingkat pengetahuan faktor risiko dan 53% responden memiliki tanda gejala yang tinggi. Serta sebanyak 52% responden mempunyai hambatan skrining kanker payudara yang rendah. Namun responden yang memiliki sikap terhadap pencegahan kanker payudara dan perilaku kesehatan berkaitan dengan kesadaran kanker payudara masih rendah yaitu 62% dan 54%. Sebagian besar wanita risiko tinggi yang mengalami tingkat kesadaran kanker payudara rendah berada pada kelompok usia manula (65 tahun ke atas), pendidikan tinggi (SMA dan perguruan tinggi), tidak memiliki pendapatan, tidak bekerja, namun memiliki asuransi kesehatan. Kesimpulan : Sebagian besar responden memiliki pengetahuan faktor risiko dan tanda gejala yang tinggi serta hambatan skrining kanker payudara yang rendah. Akan tetapi, sikap pencegahan kanker payudara dan perilaku kesehatan berkaitan dengan kesadaran kanker payudara masih rendah.
Background: Breast cancer is the cause of death and is mostly diagnosed in women. A person whose mother, sister, or daughter diagnosed with breast cancer has double the risk of developing breast cancer. Public and individual awareness has an important role in the prevention, early diagnosis, and treatment of breast cancer. Objective: The purpose of the research is to describe breast cancer awareness in high-risk women in Yogyakarta. Methods: This research used a quantitative descriptive study with a crosssectional design . This research was conducted between November 2019 to January 2020 among 100 women who have high-risk for developing breast cancer in Yogyakarta. Participants were asked to complete 36 questions of the Breast Cancer Awareness Scale in Indonesian (BCAS-I). Data analysis used in this study is univariate analysis. Result: The average age of respondents in this study were 31.38 years (SD = 13,016). The majority of respondents were high school graduated, married, did not work, had no income, and had health insurance. Only 56% of respondents had a high-level awareness of breast cancer. As many as 62% of respondents in this study had a high level of risk factor knowledge and 53% of respondents had high symptoms breast cancer . And as many as 52% of respondents have low breast cancer screening barriers. But respondents who have an attitude towards breast cancer prevention and health behaviors related to breast cancer awareness are still low at 62% and 54%. Most of the high risk women who experience low levels of breast cancer awareness are in the elderly age group (65 years and over), higher education (high school and college), have no income, do not work, but have health insurance. Conclusion: Most of the women have high knowledge of risk factors and symptom signs, low barriers to do breast cancer screening. However, breast cancer prevention attitudes and health behaviors related to breast cancer awareness are still low.
Kata Kunci : Kanker Payudara, Tingkat Kesadaran, Wanita Risiko Tinggi / Breast Cancer, Awareness, High-Risk Women