Pengaruh Penggunaan Rumus Empirik Kecepatan Dinamik Terhadap Hidrograf Satuan Sintetik GIUH
DEMETRIO HARSET, Ir. Rachmad Jayadi, M.Eng., Ph.D.
2020 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPILUpaya pemahaman respon hujan-aliran pada suatu DAS adalah dengan mempelajari hidrograf satuan, baik hidrograf satuan terukur atau hidrograf satuan sintetik. Pada DAS tidak terukur penggunaan hidrograf satuan sintetik merupakan alternatif yang dapat ditempuh. Untuk memperoleh hidrograf satuan tanpa adanya data hujan dan aliran, perlu dilakukan model perhitungan dengan menggunakan penggabungan karakteristik parameter fisik suatu DAS dengan parameter geomorfologi. Hal ini mendorong penggunaaan model Geomorphological Instantaneous Unit Hydrograph (GIUH) dengan persamaan empirik kecepatan dinamik Kirpich dan Ventura sebagai perbandingan. Data parameter fisik DAS diperoleh dari data satelit ASTER Global DEM V3. Parameter tersebut diolah menggunakan software Watershed Modeling System dan ArcMap. Hitungan hidrograf limpasan langsung dilakukan menggunakan hasil hidrograf satuan GIUH dan hujan dari data hujan permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan persamaan Ventura pada DAS Keduang menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan persamaan Kirpich. Perbandingan hidrograf satuan metode GIUH dengan hidrograf satuan terukur pada DAS Keduang menunjukkan presentase kesalahan debit puncak (qp), waktu puncak (tp), dan waktu dasar (tb) sebesar 57,25%; 11,44%; dan 96,55%. Sedangkan pada DAS Temon penggunaan persamaan Kirpich menunjukkan hasil yang lebih. Ditunjukkan dengan presentase kesalahan debit puncak (qp), waktu puncak (tp), dan waktu dasar (tb) sebesar 23,72%; 0%; dan 14,29%.
Unit hydrograph study is a way to understand rainfall and flow response in a watershed, either using measured unit hydrograph or synthetic unit hydrograph method. Synthetic unit hydrograph is an alternative for an ungauged watershed. When rainfall and flow data are not available, calculation model is needed to acquire accurate unit hydrograph. Calculation model is obtained by combining physical parameter characteristic of a watershed with geomorphological parameter. This concept leads this study to apply Geomorphological Instantaneous Unit Hydrograph (GIUH) model with Kirpich�s and Ventura�s dynamic velocity empirical equation as comparison. Physical parameter data of the watershed in this study was obtained from ASTER Global DEM V3 satellite data. The parameters obtained then processed using software Watershed Modeling System and ArcMap. Direct runoff hydrograph was calculated using the result of GIUH unit hydrograph and ground rainfall data. The result shows that in Keduang Watershed, Ventura equation result showed better results than using the Kirpich equation, therefore providing more accurate results compared to Kirpich equation. The ratio of GIUH unit hydrograph with measured unit hydrograph in Keduang Watershed shows precentage of peak discharge (qp), time to peak (tp), and time base (tb) of 57.25%; 11.44%; and 96.55%. Meanwhile in Temon Watershed, Kirpich equation shows more accurate results compared to Ventura equation. The precentage of peak discharge (qp), time to peak (tp), and time base (tb) are sequentially 23.72%; 0%; and 14.29%.
Kata Kunci : Hidrograf Satuan, GIUH, Ventura, Kirpich