Penilaian Risiko Kualitatif Masuknya Rabies Melalui Pergerakan Anjing dari Provinsi Jawa Barat ke Kota Surakarta Provinsi Jawa Tengah
INDRI PERMATASARI, Prof. Dr. drh Bambang Sumiarto, SU, M.Sc; drh. Heru Susetya, MP, Ph.D
2020 | Tesis | MAGISTER SAINS VETERINERRabies merupakan zoonosis yang disebabkan oleh virus genus Lyssavirus, family Rhabdoviridae. Penyakit ini ditandai dengan enchephalitis progresif akut dengan mortalitas hampir 100%. Anjing merupakan reservoir utama penyakit rabies di sebagian besar dunia, termasuk Indonesia. Faktor risiko penularan rabies pada suatu wilayah disebabkan oleh lalu lintas perdagangan hewan penular rabies (HPR), jumlah pos pemeriksaan lalu lintas hewan yang terbatas, dan banyaknya jalur alternatif yang menghubungkan daerah endemis dengan daerah bebas sehingga memicu munculnya kasus rabies. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian risiko kualitatif masuknya rabies melalui pergerakan anjing konsumsi dari Provinsi Jawa Barat ke Kota Surakarta Provinsi Jawa Tengah. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara, pengambilan kuesioner, observasi langsung di lapangan, dan pendapat pakar. Data sekunder diperoleh melalui kajian literatur, penelusuran publikasi ilmiah, dan dokumen dari instansi berwenang yang tidak dipublikasikan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan standar internasional untuk penilaian risiko oleh the Office International des Epizooties (OIE), kategori kemungkinan mengacu pada Biosecurity Australia, dan pengukuran ketidakpastian mengacu pada European Food Safety Authority (EFSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian pelepasan dari daerah asal anjing adalah sedang. Tingkat kejadian rabies pada hewan di Provinsi Jawa Barat sebesar 3,1%, dan tidak ditemukan kasus rabies pada manusia (lyssa) di Jawa Barat pada tahun 2019. Penilaian pendedahan ke kota Surakarta adalah tinggi karena frekuensi pengiriman anjing konsumsi dari Jawa Barat dilakukan setiap hari. Penilaian dampak adalah tinggi karena ada dampak tunggal yang masuk dalam kategori signifikan di tingkat nasional. Penilaian perkiraan risiko masuknya rabies melalui anjing dari Jawa Barat ke kota Surakarta adalah tinggi dengan tingkat ketidakpastian rendah. Jalur potensial penularan rabies ke kota Surakarta adalah melalui pemasukan anjing konsumsi yang ditransportasikan melalui jalur darat. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penilaian risiko kualitatif masuknya rabies ke Kota Surakarta adalah tinggi dengan tingkat ketidakpastian rendah. Evaluasi kemungkinan kualitatif dapat mempertimbangkan tingkat kejadian rabies daerah asal dan frekuensi pengiriman anjing konsumsi setiap hari merupakan masalah penting risiko masuknya rabies.
Rabies is a zoonosis that is caused by genus Lyssavirus, family Rhabdoviridae. It is characterized by acute progressive encephalitis in mammals which has been shown to cause an almost 100% mortality rate. Dogs are the main reservoir of rabies in the world, including Indonesia. The risk factors for transmission of rabies are caused by animal movement especially dogs, limited number of animal checkpoints, and the alternative routes that connected rabies endemic area with rabies free area. This study aimed to conduct a qualitative risk assessment on rabies entry through consumption dog movement from West Java Province into Surakarta city Central Java Province. Methods of the data collection in this research use primary data and secondary data. The primary data were obtained from interviews, questionnaires, direct observation, and expert opinion. Secondary data were obtained from literature, scientific publication, surveillance report, and unpublished document from the competent authorities. Data analysis using international standards for risk assessment by the Office International des Epizooties (OIE), the category of likelihood refers to Biosecurity Australia, and uncertainty research refers to the European Food Safety Authority (EFSA). The results of the study showed that the release assessment is is moderate based on the incidence rate of rabies in animals 3,1% and there were no cases of rabies in humans (lyssa) in West Java Province in 2019. Exposure assessment into Surakarta city is high because the consumption dog movement from West Java is carry out every day. The consequence assessment is high because of the single impact of nationally significant categories. Risk assessment on rabies entry from West Java into Surakarta City is high, with uncertainty level is low. Potential pathway for rabies transmission into Surakarta city is through dog consumption which are transported via land route. The results of qualitative risk assessment of the entry of rabies into Surakarta City is high with low uncertainty. The risk evaluation of risk assessment would consider the incidence rate of rabies in the area of origin and the frequency of daily movement of consumption dog, which is an important issue of the risk of rabies entry.
Kata Kunci : Dogs, Rabies, Surakarta City, Qualitative risk assessment