Transformasi Penggunaan Ruang pada Kawasan Pusaka Ke'te Kesu' Toraja
AGUSTINUS C L, Dr. Ir. Dwita Hadi Rahmi, M.A.
2020 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAKawasan Pusaka Ke'te' Kesu' terletak di Kampung Bonoran, Kelurahan Panta'nakan lolo, Kecamatan Kesu', Kabupaten Toraja Utara. Kawasan ini merupakan salah satu permukiman adat tertua yang ada di Toraja. Secara umum permukiman adat terdiri 7 (tujuh) yaitu 1. Tongkonan (rumah adat), 2. Alang (lumbung), 3. Liang (area penguburan), 4. Rante (tempat upacara), 5. Bubun (sumur), 6. Kombong (tanah adat) dan 7. Panglambaran (tempat pengembalaan) (Balai Pelestarian Cagar Budaya Makassar, 2015). Pada tahun 1975, kawasan adat Ke'te' Kesu' ditetapkan sebagai kawasan obyek wisata oleh Pacifik Area Travel Assocation (PATA) yang dilaksanakan di Bandung. Kemudian tahun 2010, situs ini ditetapkan sebagai situ atau kawasan cagar budaya oleh mentri Kebudayaan dan Paripusaka. Dalam perkembangannya, komponen-komponen tersebut mengalami transformasi yang diakibatkan oleh faktor dari dalam maupun faktor dari luar kawasan. Untuk itu penelitian mengenai transformasi penggunaan ruang pada kawasan pusaka Ke'te' Kesu' dilakukan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas dua bagian yaitu metode analisi spasial keruangan untuk mengetahui transformasi ruang yang terjadi pada kawasan pusaka Ke'te' Kesu' dan metode analisis deduktif kualitaif untuk mengetahui faktor yang memengaruhi transformasi ruang tersebut. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan mengumpulan informasi melalui literatur-literatur yang berhubungan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya transformasi ruang pada kawasan pusaka Ke'te' Kesu' dimulai ketika ditetapkan sebagai obyek wisata tahun 1975. Transformasi ruang tersebut ditunjukkan dengan adanya perkembangan ragam penggunaan ruang, pergeseran luasan setiap penggunaan ruang dan perubahan fungsi ruang. Terdapat 3 faktor utama yang memengaruhi transformasi ruang tesebut yaitu faktor tren wisata, faktor religi dan faktor lembaga/pengelola kawasan.
Ke'te' Kesu' heritage site is located in Bonoran, Panta'nakan lolo Village, Kesu' Sub District, Toraja Utara Regency. This site is one of the oldest traditional settlements in Toraja. In general, a traditional settlement consists of 7 (seven), there are 1. Tongkonan (traditional house), 2. Alang (granary), 3. Liang (burial site), 4. Rante (place of ceremony), 5. Bubun (well), 6. Kombong (customary land) and 7. Panglambaran (grazing site) (Balai Pelestarian Cagar Budaya Makassar (Makassar Cultural Conservation Center), 2015). In 1975, The Ke'te' Kesu' heritage site was designated as a tourist attraction by Pacific Site Travel Association (PATA) that was held in Bandung. Then in 2010, this site was designated as site of cultural heritage by the minister of Culture and tourism. In its development, this component underwent a transformation that caused by internal and external factors. For this reason, this research about transformation of space utilization in the heritage site of Ke'te' Kesu' Toraja is carried out. The analytical method used in this research consist of two parts, there are spatial analysis method to determine the space transformation that occurs in the Ke'te' Kesu; heritage site, and qualitative deductive analysis method to determine factors that influence the transformation of the space. Data collection method is done by observation, interview, and gathering the information through related literatures. The result of the research showed that the occurrence of the space transformation at the Ke'te' Kesu' heritage site began when it was designated as a tourist attraction in 1975. The transformation of the space is shown by the development of various uses of space, shifting of the site of each space utilization and the change of space function. There are 3 main factors that influence the transformation of the space, namely the tourism trend factor, the religious factor and the institutional/ management factor
Kata Kunci : Ke'te' Kesu', pusaka, transformasi, ruang, wisata /Ke'te' Kesu', heritage, transformation, space, tourism