PROFIL MIKROBA PADA SERVIKS DAN VAGINA SAPI POTONG YANG MENGALAMI KAWIN BERULANG
MARISTA KURNIATI, Dr. drh. Surya Agus Prihatno, M.P
2020 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANKawin berulang merupakan gejala klinis yang dapat menyebabkan rendahnya efisiensi reproduksi. Salah satu penyebab kawin berulang yaitu adanya infeksi mikroorganisme pada saluran reproduksi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui mikroorganisme yang terdapat pada lendir serviks dan vagina pada sapi potong yang mengalami kawin berulang. Penelitian dilakukan terhadap 10 ekor sapi potong berasal dari Kabupaten Sleman yang telah beranak minimal satu kali dan dikawinkan 2 kali atau lebih tetapi tidak bunting. Pengambilan sampel masing-masing lendir serviks dan vagina dikoleksi pada fase estrus sebanyak kurang lebih 1 ml dengan menggunakan plastic sheet Inseminasi Buatan (IB) yang telah dilindungi dengan plastic protector. Semua sampel dikultur dalam media Plat Agar Darah (PAD) dan menggunakan media selektif differensial Mac Conkey Agar. Identifikasi menggunakan pewarnaan Gram. Data hasil isolasi dan identifikasi bakteri dari sampel kemudian dianalisis dengan metode deskriptif. Penelitian dilakukan terhadap 10 ekor sapi potong berasal dari Kabupaten Sleman yang telah beranak minimal satu kali dan dikawinkan 2 kali atau lebih tetapi tidak bunting. Pengambilan sampel masing-masing lendir serviks dan vagina dikoleksi pada fase estrus sebanyak kurang lebih 1 ml dengan menggunakan plastic sheet Inseminasi Buatan (IB) yang telah dilindungi dengan plastic protector. Semua sampel dikultur dalam media Plat Agar Darah (PAD) dan menggunakan media selektif differensial Mac Conkey Agar. Identifikasi menggunakan pewarnaan Gram. Data hasil isolasi dan identifikasi bakteri dari sampel kemudian dianalisis dengan metode deskriptif.
Repeat breeding is a clinical symptom that can cause low reproduction efficiency. Presence of microorganism infection in reproduction tract is found to be one of the reasons in repeat breeding. This study aims to identify microorganism found in cervix and vagina mucous from beef cattle that went through repeat breeding. This research was conducted in 10 beef cattle from Sleman regency who has been through labor at least once and went through unsuccessful repeat breeding twice or more. Around 1 ml of each cervix and vagina mucous sample were being collected in oestrous phase with Artificial Insemination (AI) plastic sheet protected by plastic protector. Mucous samples cultured in Blood Agar and Mac Conkey Agar as selective differensial media. Identified using Grams staining. Obtained data were then analyzed descriptively. The results show that bacterial species found in cervix and vagina from beef cattle that went through repeat breeding were Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, and Bacillus sp. It was concluded that the types of bacteria in cervix were Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, and Bacillus sp.while in the vagina were Staphylococcus epidermidis, and Bacillus sp.
Kata Kunci : kawin berulang, sapi potong, lendir serviks, vagina, bakteri