Manajemen Pemeliharaan Pedet Sapi Perah Sebelum Sapih di Farm Tegalsari BBPTU HPT Baturraden
AJI SETYA FIRMANSYAH, drh. Fatkhanudin Aziz, M.Biotech, Ph.D
2020 | Tugas Akhir | D3 KESEHATAN HEWANAngka kematian pedet sapi perah sebelum sapih di Indonesia mencapai angka 20%. Tingginya angka kematian ini disebabkan oleh kondisi pedet yang masih lemah serta manajemen pemeliharaan pedet yang salah. Optimalisasi pemeliharaan pedet sebelum sapih selain untuk menghindarkan pedet dari kematian juga mampu untuk menghasilkan bibit sapi perah unggul. Bibit sapi perah ini diharapkan tumbuh menjadi sapi perah dewasa dengan produksi susu yang tinggi, dan mampu menggantikan sapi indukan yang tidak berproduksi lagi. Kesalahan pemeliharaan pedet sapi perah sebelum sapih dapat menghambat pertumbuhan pedet sehingga tujuan utama pembesaran pedet sebagai ternak pengganti (replacement stock) tidak tercapai. Kegiatan manajemen pemeliharaan pedet sapi perah sebelum sapih meliputi empat aspek diantaranya, penanganan pedet post partus, pemberian pakan dan minum, perkandangan dan sanitasi, dan perlakuan kesehatan pada pedet. Pengambilan data Tugas Akhir ini dilakukan di Farm Tegalsari BBPTU HPT Baturraden. BBPTU HPT Baturraden telah memenuhi empat aspek manajemen pemeliharaan pedet sapi perah sebelum sapih sehingga dihasilkan bibit sapi perah unggul yang sesuai dengan persyaratan bibit sapi perah.
The death-rate of dairy cow calf before weaning in Indonesia is up to 20%. This high rate is caused by their weak condition and the wrong breeding management. Optimizing of dairy cow calf breeding before weaning is not only to prevent from death but also to produce the best cattle seedling. This best cattle seedling is expected to grow as an adult cow which is able to produce high quality dairy milk and to replace adult cow which cannot produce anymore. Dairy cow calf breeding mistake before weaning can impede their growth thus the main purpose of breeding them as replacement stock cannot be reached. The activity of dairy cow calf breeding management before weaning consist of 4 aspects, such as: calf post partus handling, feeding, stall caring and sanitation, and calf health caring. Data retrieval was to be done in BBPTU HPT Baturraden. This farm has fullfilled 4 aaspects of dairy cow calf breeding management before weaning as of the best cattle seedling in accordance with the requirements can be produced.
Kata Kunci : Manajemen pemeliharaan pedet sapi perah, Dairy cow calf breeding management