Laporkan Masalah

THE APPROACH OF THE UNITED STATES AND CHINA IN TRADE WAR AND ITS IMPACT ON THE WTO

STEVEN JONATHAN H T, Dr. Poppy Sulistyaning Winanti

2020 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Menimbang kompleksitas dan dampak yang menghancurkan dari perang dagang, terlebih lagi ketika dua ekonomi terbesar saat ini terlibat dalam perang dagang, sangat menarik perhatian bagaimana World Trade Organization (WTO) berjuang untuk mencegah dan mengelola sengketa perdagangan. Keengganan administrasi Trump untuk bergantung pada mekanisme penyelesaian sengketa, dan dalam cakupan yang lebih luas WTO sebagai lembaga internasional, menyorot perhatian yang patut diteliti tentang pentingnya lembaga-lembaga global. Washington mengenakan tarif hukuman melebihi jadwal komitmen (SOC) yang telah disepakati bersama di bawah WTO, dengan demikian memaksa Beijing untuk mengenakan tarif pembalasan dan memenuhi keinginan Amerika untuk menyelesaikan sengketa secara unilateral, sehingga merusak kerangka kerja perdagangan multilateral WTO. Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis topik ini dengan pertanyaan "Bagaimana kebijakan perdagangan Amerika Serikat dan Cina terhadap WTO mempengaruhi pendalaman perang perdagangan?" Makalah ini berpendapat bahwa pendekatan unilateral Amerika Serikat, dikombinasikan dengan kebijakan perimbangan Cina, telah merusak dan melemahkan WTO. Dalam mendekati argumen, makalah ini akan membahas alasan utama perang dagang AS-Cina dan sikap mereka terhadap WTO. Skripsi ini juga akan membahas mekanisme penyelesaian sengketa WTO dan kapasitasnya untuk menegakkan peraturan WTO dan mendorong kepatuhan. Melalui perspektif institusionalis neoliberal, skripsi ini berpendapat bahwa WTO tetap diperlukan untuk perdagangan multilateral yang optimal.

Considering the complexity and devastating effect of a trade war, all the more when the two biggest economies are currently engaging in one, it is concerning to see how the World Trade Organization struggles to contain and manage the escalation of trade disputes. The reluctance of the Trump administration to rely on the dispute settlement mechanism, and to a greater extent the WTO as an institution, entails an assessment worth analyzing of the importance of global institutions. Washington's imposing punitive tariffs exceeding the schedule of commitments (SOC) of the WTO has forced Beijing to impose retaliatory tariffs and to comply with their wishes of unilateral settlement to the dispute, undermining the multilateral trading framework under the WTO. This paper aims to analyze this topic with the question of "How does the approach of the United States and China towards the WTO affect the deepening of the trade war?" This paper argues that the United States unilateral approach, combined with China's balancing policies, has undermined and weakened the WTO. In approaching the arguments, this paper will discuss the main reason of the US-China trade war and their approach towards the WTO. It will also address the WTO dispute settlement mechanism and its capacity to enforce WTO regulations and induce compliance. Through the neoliberal institutionalist perspective, this paper argues that the WTO remains indispensable for a desirable multilateral trade.

Kata Kunci : World Trade Organization, Relasi Perdagangan Amerika Serikat dan RRT, Badan Penyelesaian Sengketa WTO, Perang Dagang,World Trade Organization, United States and China Trade Relationship, WTO Dispute Settlement Mechanism, Trade War

  1. S1-2020-396028-abstract.pdf  
  2. S1-2020-396028-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-396028-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-396028-title.pdf