Laporkan Masalah

POLA KEJADIAN PENYAKIT VIRAL PADA ANJING PASIEN RUMAH SAKIT HEWAN (RSH) PROF. SOEPARWI TAHUN 2017 - 2019

REZA WAHYUDI, Dr. drh. Widagdo Sri Nugroho, MP.

2020 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan penyayang anjing yang cukup besar. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya pasien anjing di unit pelayanan kesehatan hewan Yogyakarta termasuk Rumah Sakit Hewan Prof. Soeparwi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada. Penyakit yang di diagnosis bervariasi termasuk diantaranya adalah kasus - kasus penyakit akibat infeksi virus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola kejadian penyakit viral pasien anjing Rumah Sakit Hewan Prof. Soeparwi pada tahun 2017 - 2019 berdasarkan periode musim. Penelitian ini menggunakan data rekam medis yang dikelompokkan berdasarkan etiologi penyakitnya yaitu infeksi virus. Data sekunder yaitu data indikator musim meliputi suhu, kelembaban udara dan jumlah curah hujan dikelompokkan berdasarkan periode musim. Kedua data tersebut selanjutnya diolah menggunakan Microsoft Excel. Dari hasil penelitian menunjukkan total kejadian penyakit Canine Parvovirus pada tahun 2017 - 2019 adalah 30 kejadian penyakit dengan rincian 15 kejadian pada tahun 2017 (5 kemarau dan 10 penghujan), 10 kejadian pada tahun 2018 (2 kemarau dan 8 penghujan) dan 5 kejadian pada tahun 2019 (2 kemarau dan 3 penghujan). Pada Canine Papillomavus total 105 kejadian penyakit dengan rincian 19 kejadian pada tahun 2017 (9 kemarau dan 10 penghujan), 32 kejadian pada tahun 2018 (15 kemarau dan 17 penghujan) dan 54 kejadian pada tahun 2019 (24 kemarau dan 30 penghujan). Pada CDV total 14 kejadian penyakit dengan rincian 6 kejadian pada tahun 2017 (3 kemarau dan penghujan), 6 kejadian pada tahun 2018 (4 kemarau dan 2 penghujan) dan 2 kejadian pada tahun 2019 (1 kemarau dan penghujan). Sedangkan pada CAV total 51 kejadian penyakit dengan rincian 4 kejadian penyakit pada tahun 2017 (1 kemarau dan 3 penghujan), 27 kejadian pada tahun 2018 (9 kemarau dan 18 penghujan) dan 20 kejadian pada tahun 2019 (10 kemarau dan penghujan). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jumlah kejadian penyakit yang disebabkan oleh Canine Parvovirus, Canine Papillomavirus dan Canine Adenovirus relatif lebih tinggi pada musim hujan dibandingkan musim kemarau. Sedangkan untuk jumlah kejadian penyakit yang disebabkan oleh Canine Distemper virus relatif rendah dan sama setiap periode musimnya.

Yogyakarta Special Region Society has a quite large number of dog lovers. This is showed by the large number of dog patients in Yogyakarta's animal health service unit including Prof. Soeparwi Animal Hospital in Faculty of Veterinary Medicine, Gadjah Mada University. Diseases diagnosed are varied, including among others in cases of illness due to viral infection. The purpose of this study was to determine the pattern of occurrence of viral diseases in dog patients Prof. Animal Hospital Soeparwi in 2017 - 2019 based on the season period. This study uses medical record data which is grouped based on the etiology of the disease, namely viral infection. Secondary data, season indicator data including temperature, humidity, and the amount of rainfall are grouped according to season periods. Both data are then processed using Microsoft Excel. This study showed that the incidence of Canine Parvovirus in 2017 - 2019 was 30 disease cases with 15 cases in 2017 (5 cases in dry and 10 cases in rainy seasons), 10 cases in 2018 (2 cases in dry and 8 cases in rainy seasons), and 5 cases in 2019 (2 cases in dry and 3 cases in rainy seasons). The incidence of Canine Papillomavus was 105 disease cases with 19 cases in 2017 (9 cases in dry and 10 cases in rainy seasons), 32 cases in 2018 (15 cases in dry and 17 cases in rainy), and 54 cases in 2019 (24 cases in dry and 30 cases in rainy seasons). The incidence of Canine Distemper Virus was 14 disease cases with 6 cases in 2017 (3 cases in dry and rainy seasons), 6 cases in 2018 (4 cases in dry and 2 cases in rainy seasons), and 2 cases in 2019 (1 case in dry and rainy seasons). The incidence of Canine Adenovirus was 51 disease cases with 4 disease cases in 2017 (1 case in dry and 3 cases in rainy seasons), 27 cases in 2018 (9 cases in dry and 18 cases in rainy seasons), and 20 cases in 2019 (10 cases in dry and rainy seasons). Based on the results of this study can be concluded that the number of disease cases caused by Canine Parvovirus, Canine Papillomavirus, and Canine Adenovirus is higher in the rainy season than in the dry season. Number of Canine Distemper case was relatively low and had the same pattern in every season.

Kata Kunci : Infeksi virus, anjing, musim, suhu, kelembaban udara, curah hujan

  1. S1-2016-398237-abstract.pdf  
  2. S1-2016-398237-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-398237-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-398237-abstract.pdf  
  5. S1-2020-398237-bibliography.pdf  
  6. S1-2020-398237-tableofcontent.pdf  
  7. S1-2020-398237-title.pdf