Pengaruh Diameter Elektroda dan Arus terhadap Tegangan Tarik pada Sambungan Las MIG Material STKM 13B
ELSA WAHYU DWY K, Widia Setiawan, S.T.,M.T.
2020 | Tugas Akhir | D3 TEKNIK MESINSambung chassis merupakan proses pembuatan sambungan pada chassis bus tipe space frame yang berfungsi sebagai penopang bodi bus. Penyambungan chassis bagian depan dan bagian belakang bus menggunakan long member. Material yang digunakan untuk sambung chassis yaitu pipa hollow STKM 13B, karena spesifikasi panjang material hanya 6 m dan panjang bus lebih dari 6 m maka long member harus disambung menggunakan proses pengelasan MIG membentuk sambungan I (butt joint). Long member sebagai dasar penopang bus harus memiliki tegangan tarik yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan parameter pengelasan sambungan I (butt joint) pada long member untuk mendapatkan kekuatan tarik yang paling baik yaitu melebihi nilai tegangan tarik logam induk yaitu 440 MPa (JIS G 3445). Penelitian ini dilakukan dengan membuat 16 spesimen uji tarik dan 4 spesimen uji kekerasan. Parameter pengelasan yang digunakan adalah diameter elektroda 0,8 mm dengan arus 90 A, diameter elektroda 0,8 mm dengan arus 110 A, diameter elektroda 1,0 mm dengan arus 90 A, dan diameter elektroda 1,0 mm dengan arus 110 A. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian kekuatan tarik, pengujian kekerasan Rockwell, dan pengujian struktur mikro menggunakan mikroskop metalurgi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tegangan tarik yang paling optimal adalah dengan penggunaan diameter elektroda 1,0 mm dan arus 110 A. Nilai kekuatan tarik rata-rata yang dihasilkan sebesar 681,173 MPa.
Integrating chassis is the process to make a joint chassis type space frame which function to support the load of the body bus. Long member is used to integrate the front and back chassis. Material used for long member is STKM 13B hollow pipes. Long member has to be integrated using butt joint MIG welding process because material length of STKM 13B is only 6 m and the long member length is more than 6 m. Long member as the basis for supporting the load of the bus has to have a good tensile stress. This study aims to determine welding MIG parameters to get optimal tensile strength on the butt joint long member which exceeds 440 MPa the tensile strees of base metal (JIS G 3445). This research was conducted by making 16 specimens strength test and 4 speciments hardness test. Welding parameters used were electrode diameter 0,8 mm with current 90 A, electrode diameter 0,8 mm with current 110 A, electrode diameter 1,0 mm with current 90 A, and electrode diameter 1,0 mm with current 110 A. The tests include tensile strength testing, Rockwell hardness testing, and microstructure testing using a metallurgical microscope. The results shows that the most optimum tensile strength on the butt joint long member is using welding parameter electrode 1,0 mm with current 110 A. The resulted average tensile strength is 681,173 MPa.
Kata Kunci : MIG Welding, Tensile Test, Long member