Laporkan Masalah

Pemungutan khrom dari limbah penyamakan kulit dengan kapur padam secara sinambung ditinjau dari segi kinetika

MARYUDI, Prof.Dr.Ir. Ida Bagus Agra

2002 | Tesis | S2 Teknik Kimia

Proses penyamakan kulit dengan bahan penyamak khromi sulfat menghasilkan limbah cair yang mengandung khrom trivalen dengan kadar tinggi (1 500-5000 mg/L). Kadar khrom maksimum dalam limbah yang diperbolehkan . adalah sebesar 2,O mg/L. Pemungutan khrom(II1) dalam limbah penyamakan kulit dilakukan dengan kapur padam, sehingga terbentuk khrom hidroksid yang berbentuk padat. Reaksi antara kapur padam dengan limbah cair yang mengandung ion khrom dilakukan dalam reaktor kolom berpenghalang miring dan bergerigi. Limbah cair penyamakan kulit yang mengandung khrom dan udara pengaduk dialirkan dari bawah reaktor, serbuk kapur padam diumpankan dari puncak reaktor. Cairan yang keluar dari reaktor diukur pH-nya setiap 5 menit sampai keadaan ajeg tercapai yang ditandai dengan nilai pH yang tidak berubah lag. Cuplikan diambil pada keadaan ajeg dan ditentukan kadar khromnya dengan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Variabel yang dipelajari meliputi kecepatan alir udara pengaduk, suhu, dan perbandingan mol kapur padam-khrom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan reaksi dikendalikan oleh perpindahan massa. Hubungan konstante perpindahan massa dengan kecepatan alir udara pengaduk dapat dinyatakan dengan: rumus

Tanning process using chromic sulphate solution produces liquid waste containing a high concentration of chromium(II1) (1 500-5000 m a ) . The allowable chromic ion concentration in waste water is 2 m a . One of the possible .reactant which could be used to recover of chromium from tanning liquid waste is hydrated lime. The reaction between hydrated lime and liquid waste containing chromic ion was carried out in a column provided with serrated slanted baffles. The tanning liquid waste and air were introduced continuously from the bottom, while the hydrated lime powder was fed from the top of the column. The pH of the eMuent was measured every 5 minutes until steady state condition was reached, which was indicated by constant pH values. The chromium content of the samples was determined using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). The variables studied were air flow rate, temperature, and reactants molar ratio. The results showed that the rate of the reaction was controlled by mass transfer. The relation between mass transfer constant and air flow rate could be expressed as: formula

Kata Kunci : Kinetika,Pemungutan Khrom,Kapur Padam


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.