Studi Komparasi Sikap Pemberian ASI pada Ibu Bekerja dan Tidak Bekerja
DEA ARYAS NUGRAHANI, Dr. Wenny Artanty N., S. Kep., Ns., M.Kes; Dr. Wiwin Lismidiati, S. Kep., Ns., M. Kep., Sp.Mat
2020 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar Belakang: Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Balita (AKBA) di Indonesia masih tergolong tinggi. Dua dari tiga bayi balita yang meninggal karena malnutrisi disebabkan oleh kesalahan dalam pemberian ASI. Pekerjaan dan sikap pemberian ASI adalah faktor yang dapat mempengaruhi gagalnya pemberian ASI. Sikap positif akan mempermudah pemberian ASI dan sikap negatif akan menghambat pemberian ASI. Tujuan Penelitian: Membandingkan sikap pemberian ASI pada ibu bekerja dan tidak bekerja Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel mengunakan consecutive sampling. Sampel penelitian adalah 420 ibu menyusui dengan usia bayi 1-7 bulan. Sikap pemberian ASI di ukur menggunakan kuesioner Iowa Infant Feeding Attitude Scale (IIFAS). Analisis data menggunakan uji statistik Mann Whitney, Spearman, dan uji Eta Hasil: Hasil uji statistik sikap pemberian ASI pada ibu bekerja dan tidak bekerja didapatkan p value 0,104. Hubungan status pekerjaan dengan praktik pemberian ASI pada ibu bekerja dan tidak bekerja dengan usia bayi 1-6 bulan didapatkan p value 0,033 dan pada usia bayi � 6 bulan 0,027. Hubungan variabel luar dengan sikap pemberian ASI, variabel usia ibu, pendidikan terakhir dan pendapatan rumah tangga memiliki p value <0.05. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan sikap pemberian ASI antara ibu bekerja dan tidak bekerja. Terdapat hubungan bermakna antara status pekerjaan dengan praktik pemberian ASI pada ibu bekerja dan tidak bekerja dengan usia bayi 1-6 bulan dan � 6 bulan. Akan tetapi usia ibu, pendidikan terakhir dan pendapatan rumah tangga memiliki hubungan bermakna dengan sikap pemberian ASI.
Background: Infant Mortality Rate (IMR) and Infant Mortality Rate in Indonesia are still relatively high. Two out of three infants who die from malnutrition are caused by errors in breastfeeding. The work and attitude of breastfeeding are factors that can influence the failure of breastfeeding. A positive attitude will facilitate breastfeeding and a negative attitude will inhibit breastfeeding. Objectives: To compare attitudes of breastfeeding between working mothers and non-working mothers Method: This research is a comparative descriptive study with a quantitative approach with cross sectional design. The sampling technique used consecutive sampling. The sample of the study was 420 breastfeeding mothers with 1-7 months old babies. The attitude of breastfeeding was measured using the Iowa Infant Feeding Attitude Scale (IIFAS) questionnaire. Data analysis using the Mann Whitney statistical test, Spearman, and Eta test Results: The results of statistical test on the attitude of breastfeeding to working and non-working mothers obtained p value 0,104. The relationship of work status with breastfeeding practices for working mothers and not working with infants aged 1-6 months was obtained p value 0,033 and at the age of infants � 6 Months 0,027. The relationship between external variables with the attitude of breastfeeding, variable age of mothers, recent education and household income has a p value <0,05. Conclusion: There is no significant difference attitude of breastfeeding between working and non-working mothers. There is a significant relationship between work status and breastfeeding practices for working and non-working mothers with infants 1-6 months and � 6 months. However, maternal age, last education and household income have a significant relationship with breastfeeding attitudes.
Kata Kunci : Sikap, Pemberian ASI, Ibu Bekerja, Ibu Tidak Bekerja