Pendugaan Umur Simpan Asam Lemak Ulva lactuca dengan Metode Accelerated Shelf Life Testing
ANASTASYA KHALIF W, Dr.RA. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P.
2020 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI HASIL PERIKANANUlva lactuca adalah salah satu jenis makroalga hijau yang memiliki kandungan asam lemak tak jenuh cukup tinggi. Asam lemak tak jenuh mudah mengalami kerusakan akibat reaksi oksidasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur simpan asam lemak makroalga U. lactuca dengan metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT). Penyimpanan asam lemak U. lactuca dilakukan pada suhu penyimpanan 30±2°C, 40±2°C, dan 50±2°C berturut-turut selama 25, 20, dan 15 hari dengan interval pengujian setiap 5 hari sekali, 4 hari sekali dan 3 hari sekali. Parameter uji yang digunakan adalah angka peroksida, angka anisidin, dan total oksidasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka peroksida asam lemak U. lactuca yang disimpan pada suhu 30±2°C sebesar 1,52-9,24 mEq/kg, pada suhu 40±2°C sebesar 2,44-9,56 mEq/kg, sedangkan pada suhu 50±2°C sebesar 2,13-6,79 mEq/kg. Angka anisidin asam lemak Ulva lactuca yang disimpan pada suhu 30±2°C, 40±2°C, maupun 50±2°C cukup fluktuatif, sementara total oksidasi pada suhu 30±2°C, 40±2°C, dan 50±2°C berturut-turut sebesar 7,81-31,39, 12,48-26,86, dan 13,76-32,79. Dalam pengujian ASLT, parameter yang digunakan adalah angka peroksida dengan orde reaksi 0, karena mempunyai nilai R² mendekati 1. Berdasarkan perhitungan ASLT, diperoleh umur simpan asam lemak U. lactuca pada suhu penyimpanan 30±2°C, 40±2°C, dan 50±2°C berturut-turut adalah 8,93 hari, 9,26 hari, dan 6,04 hari. Pendugaan umur simpan asam lemak U. lactuca dapat dilakukan dengan parameter kritis angka peroksida menggunakan model pendekatan Arrhenius dengan persamaan t = (Ct-Co)/1,127^((- 88,499/T)).
Ulva lactuca is a type of green macroalgae that has high content of unsaturated fatty acids. Unsaturated fatty acids are easily damaged by oxidation reactions. This study aims to determine the shelf life of Ulva lactuca macroalgae fatty acids using the Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) method. Storage of U. lactuca fatty acids was carried out at a storage temperature of 30±2°C, 40±2°C, and 50±2°C with 25, 20 and 15 days, with testing intervals were every 5 days, 4 days and 3 days, respectively. The test parameters used are peroxide value, anisidin number, and total oxidation. The results showed that the number of U. lactuca fatty acid peroxide stored at 30±2°C was 1.52-9.24 mEq / kg, at 40±2°C was 2.44-9.56 mEq / kg, while at 50±2°C was 2.13-6.79 mEq / kg. The anisidine value of U. lactuca fatty acids stored at 30±2°C, 40±2°C, and 50±2°C had fluctuating values, while total oxidation at temperatures of 30±2°C, 40 ±2°C, and 50±2°C were 7.81-31.39, 12.48-26.86 and 13.76-32.79, respectively. The parameter used in ASLT testing was the peroxide number with reaction order 0, because it had a value of R² close to 1. Based on ASLT calculations, the shelf life of Ulva lactuca fatty acids was obtained at a storage temperature of 30 ±2°C, 40±2°C, and 50±2°C were 8.93 days, 9.26 days, and 6.04 days, respectively. Estimation of shelf life of U. lactuca fatty acids could be done with critical number parameters using the Arrhenius approved model with the equation t = (Ct-Co)/1,127^((- 88,499/T)).
Kata Kunci : Kata kunci : asam lemak, ASLT, oksidasi, umur simpan, Ulva lactuca