Laporkan Masalah

Deteksi Toxoplasma gondii dengan Metode Polymerase Chain Reaction pada Daging Kambing di Kecamatan Kalibawang, Wates, dan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo

NABILA CAHYARANI, drh. Aris Purwantoro, M.Si.

2020 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Toksoplasmosis merupakan infeksi penyakit yang disebabkan oleh parasit intraseluler Toxoplasma gondii bersifat anthropozoonosis yang dapat menyerang hewan berdarah panas, ternak, hewan kesayangan, dan manusia. Penularan toksoplasmosis terhadap kambing terjadi ketika stadium infektif parasit Toxoplasma gondii masuk ke dalam jaringan hospes melaui saluran pencernaan yang tidak sengaja termakan. Infeksi toksoplasmosis pada kambing, domba dan manusia umumnya tidak menimbulkan gejala klinis yang spesifik. Kejadian toksoplasmosis yang menyerang kambing bisa mencapai 23,5% - 60% sehingga prevalensi tergolong tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi toksoplasmosis pada daging kambing yang diperoleh dari kecamatan Kalibawang, Wates, dan Sentolo di Kabupaten Kulon Progo. Diagnosis toksoplasmosis dilakukan secara molekuler yaitu dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Produk hasil metode PCR akan tervisualisasi melalui tahapan elektroforesis DNA menggunakan bantuan sinar ultraviolet (UV) yang akan terlihat adanya pita DNA spesifik berukuran 403 basepair (bp) apabila sampel DNA positif terhadap Toxoplasma gondii. Hasil penelitian diagnosis molekuler menggunakan metode PCR menunjukkan adanya tiga sampel daging kambing dari Kecamatan Kalibawang, Wates, dan Sentolo yang positif terhadap infeksi toksoplasmosis dengan terlihat adanya pita DNA spesifik.

Toxoplasmosis is an infectious disease caused by intracellular parasites Toxoplasma gondii is anthropozoonosis that can attack warm-blooded animals, livestock, pets, and humans. Transmission of toxoplasmosis to goats occurs when the infective stage of the Toxoplasma gondii parasite enters the host tissue through the inadvertently ingested digestive tract. Toxoplasmosis infection in goats, sheep and humans generally does not cause specific clinical symptoms. The incidence of toxoplasmosis that attacks goats can reach 23.5% - 60% so the prevalence is high. This study aims to detect toxoplasmosis in goat meat obtained from Kalibawang, Wates and Sentolo Districts in Kulon Progo Regency. The diagnosis of toxoplasmosis is carried out molecularly using the Polymerase Chain Reaction (PCR) method. The PCR product will be visualized through DNA electrophoresis using the help of ultraviolet (UV) light which will show the presence of specific bands measuring 403 basepair (bp) for positive samples. Study of diagnosis molecular using PCR method shows that three samples from Kalibawang, Wates, and Sentolo districts have specific DNA bands which indicate positive samples against toxoplasmosis infection.

Kata Kunci : Daging kambing, Kulon Progo, PCR, Toksoplasmosis.

  1. S1-2020-393896-abstract.pdf  
  2. S1-2020-393896-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-393896-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-393896-title.pdf