Laporkan Masalah

ANALISIS KETIMPANGAN DAN SEKTOR UNGGULAN KECAMATAN-KECAMATAN DI KOTA YOGYAKARTA

LINA ROHMATULAILI, Dra. Nur Aini Yuniyarti, M.Si

2020 | Tugas Akhir | D3 EKONOMIKA TERAPAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketimpangan dan potensi semua kecamatan yang ada di Kota Yogyakarta, pada tahun 2010 hingga tahun 2017. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel dari 14 Kecamatan di Kota Yogyakarta. Alat analisis yang digunakan untuk menganalisis ketimpangan adalah dengan Indeks Williamson, sedangkan untuk mengetahui potensinya digunakan Location Quotient, Shift-Share, dan Tipologi Klassen. Pada tahun 2010-2017 hasil Indeks Williamson menunjukkan bahwa ketimpangan wilayah di kecamatan-kecamatan di Kota Yogyakarta tergolong sedang dengan nilai rata-rata ketimpangan sebesar 0,49. Berdasarkan analisis sektor unggulan menggunakan metode Location Quotient, dari data seluruh 14 kecamatan dan 9 sektor menunjukkan 51 sektor yang termasuk basis dan 75 sektor yang termasuk non basis. Berdasarkan analisis sektor unggulan menggunakan metode Shift-Share, yang memiliki daya saing/kompetitif sebanyak 50 sektor dan yang tidak memiliki daya saing/tidak kompetitif sebanyak 76 sektor. Berdasarakan analisis sektor unggulan menggunakan metode Tipologi Klassen menunjukkan sektor maju dan tumbuh pesat sebanyak 25 sektor, sektor maju tertekan sebanyak 22 sektor, sektor potensial sebanyak 28 sektor, dan sektor relatif tertinggal sebanyak 51 sektor. Menurut analisis Tipologi Klassen pendekatan wilayah, Kecamatan Umbulharjo merupakan daerah maju dan tumbuh pesat. Salah satu program Kecamatan Umbulharjo untuk mengurangi ketimpangan dengan pengembangan Taman Pintar II (Taman Wisata Embung Giwangan) dan merintis Kampung Wisata Warungboto. Selain itu, pengembangan Pasar Satwa dan Tanaman Hias (Pasthy) di Kecamatan Mantrijeron juga dilakukan karena beragam koleksi satwa dan tanaman hias memiliki daya tarik yang tinggi. Kata Kunci: Indeks Williamson, Location Quotient, Shift-Share, Tipologi Klassen

This study aims to determine inequality and the potential of all districts in Yogyakarta city, in 2010 to 2017. The data used in this study is panel data from 14 districts in Yogyakarta city. The analytical tool used to analyze inequality is the Williamson Index, while Location Quotient, Shift-Share, and Klassen Typology are used to determine its potential. In 2010-2017 the results of Williamson Index showed that regional inequality in sub-districts in the city of Yogyakarta is classified as moderate with an average value of inequality 0.49. Based on the analysis of leading sectors using Location Quotient method, from the data of all 14 districts and 9 sectors showed that 51 sectors included as basis and 75 sectors included as non-basis. Based on the analysis of leading sectors using Shift-Share method, which has competitiveness as many as 50 sectors and which do not have competitiveness as many as 76 sectors. Based on the analysis of leading sectors using Klassen Typology method, it showed that the advanced and fast-growing sectors were 25 sectors, the developed sectors were pressured by 22 sectors, the potential sectors were 28 sectors, and the relatively underdeveloped sectors were 51 sectors. According to Klassen Typology analysis, the approach of Umbulharjo District area is a developed and rapidly growing area. One of the program of Umbulharjo District is to reduce inequality is by developing Taman Pintar II (Taman Wisata Embung Giwangan) and pioneering Warungboto Tourism Village. In addition, the development of the Animal and Ornamental Plants Market (Pasthy) in the District of Mantrijeron was also carried out because a diverse collection of animals and ornamental plants has a high appeal. Keywords: Klassen Typology, Location Quotient, Shift-Share, Williamson Index

Kata Kunci : Indeks Williamson, Location Quotient, Shift-Share, Tipologi Klassen

  1. D3-2020-410787-abstract.pdf  
  2. D3-2020-410787-bibliography.pdf  
  3. D3-2020-410787-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2020-410787-title.pdf