Derajat Partisipasi Masyarakat Desa Dalam Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Studi Kasus : Pengelolaan BUMDes Gerbang Merapi Desa Girikerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta
TRI PRASETYO, Dr. Rer.Pol. Mada Sukmajati, S.IP., M.P.P
2020 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHANPenelitian ini membahas sejauhmana derajat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta faktor yang mempengaruhi partisipasi tersebut dengan menggunakan teori Sherry R. Arnstein tentang Ladder of Participation. BUMDes merupakan ruang baru di desa yang akan melahirkan aktor-aktor yang dapat saling berkompetisi maupun berkolaborasi sesuai kepentingan masing-masing. Banyak hambatan yang menyulitkan BUMDes menjadi lembaga usaha desa yang demokratis, misalnya masih mapannya struktur lama yang berkuasa di desa. Oleh karena itu, BUMDes menjadi ruang potensial bagi elit-elit desa untuk muncul bersama kepentingannya. Padahal seharusnya BUMDes merupakan lembaga yang terpisah dari pemerintahan desa dan dikelola oleh masyarakat desa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Wawancara mendalam (indepth interview) sebagai teknik pengumpulan data utama penelitian, serta observasi dan studi dokumentasi sebagai data pendukung dan pembanding. Objek penelitian ini adalah BUMDes Gerbang Merapi, Desa Girikerto, Kecamatan Turi, Sleman, DIY. Informan penelitian ini yakni Kepala Desa Girikerto, Direktur BUMDes Gerbang Merapi serta masyarakat umum. Teknik penentuan informan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan secara umum partisipasi masyarakat desa Girikerto dalam pengelolaan BUMDes Gerbang Merapi masih rendah, berada dalam tangga pemberian informasi (Informing) yang hanya sebatas pemberian informasi dari pemangku kuasa di desa kepada masyarakat. Sedangkan dalam setiap tahapan, partisipasi yang terjadi berbeda-beda yakni tahapan perencanaan pendirian masuk dalam tangga pemberian informasi, tahapan pelaksanaan masuk dalam tangga pendelegasian kekuasaan dan tahapan evaluasi masuk ke tangga terapi. Rendahnya partisipasi disebabkan oleh faktor internal berupa tingkat pendidikan yang rendah, kesibukan masyarakat dengan pekerjaan, serta kemampuan berpartisipatif masyarakat masih lemah. Sedangkan faktor eksternal juga berperan dalam bentuk sosialisasi tidak sempurna, relasi kuasa, political will, kurangnya komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah desa serta masih dibatasinya ruang partisipasi masyarakat. Kata Kunci : Partisipasi Masyarakat, Ladder of Participation, Pembangunan Desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
This research discusses the level of community participation in management the Village-owned Enterprise (BUMDes) and the influencing factors of the participation using Sherry R. Arnstein’s theory of Ladder of Participation. BUMDes is a new arena in the village that will create actors who can compete or collaborate according their own interests. Many obstacles for BUMDes to become a democratic business entity, for example there is a strong old structure as a power in the village. Therefore, BUMDes becomes a potential arena for the power of village elites to emerge with their interests, even though BUMDes should be an arena separate from the village government system and managed by the village community. This research uses qualitative method with chase study approach. Indepth interview as the prime data collection technique, along with observation and documents study as supporting and comparison data. The object of this research is BUMDes Gerbang Merapi, Girikerto Village, Turi Sub-District, Sleman District, DIY. As the research informants are the head of Girikerto Village, director of BUMDes Gerbang Merapi, and community. The informants were determined using purposive sampling technique. The findings in this study indicate in general that Girikerto community participation in management BUMDes Gerbang Merapi is still low, in the ladder position of Informing which is limited only on dissemination of information from the village authorities to the community. While in each step, participation happens in different manners such as the establishment planning step is part of the informing ladder, the implementation step is part of the power delegation ladder and evaluation step is part of the therapy ladder. Low participation is occurred by internal factors such as low education levels, community is too busy with their work, and low ability of community to participate. While the external factors also influence in form of imperfect socialization, power relations, political will, lack of communication between the community and village government and limited community participation. Keywords : Community Participation, Ladder of Participation, Village Development, Village-Owned Enterprises (BUMDes)
Kata Kunci : Partisipasi Masyarakat, Ladder of Participation, Pembangunan Desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)