Laporkan Masalah

Analisis simultanitas antara kepemilikan manajerial, kebijakan debt dan dividend perusahaan dalam agency theory

RATIH, Erlina Hayu, Drs. R. Agus Sartono, MBA

2001 | Tesis | Magister Manajemen

Teori keagenan sebagai salah saw pilar dalam teori keuangan memberikan altematif untuk mengurangi biaya keagenan dalam hubungan antara pihak pemberi kerja dengan penerima amanah untuk melaksanakan pekerjaan melalui pengopiimisasian bersama-soma antara kepemilikan manajerial, kebijakan hutang don kebijakan dividen. Ketiga faktor ini dianalisa menggunakan sistem persamaan statistik, least square tiga tahap. Sistem ini mencakup tiga kebijakan yang dibuat dalam satu persamaan dan diuji secara simultan. Untuk menunjang persamaan tersebut digunakan tujuh atribut spesifik perusahaan sebagai variabel kontrolnya. Analisa yang digunakan adalah time-series cross-section dengan sampel perusahaanperusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa faktor penyebab timbulnya biaya keagenan ini adalah interaksi antara kebijakan hutang sebagai kebijakan keuangan dengan kepemilikan manajerial sebagai kebijakan non keuangan. Karena, berdasarkan hasil yang ado kebijakan dividen berhubungan positif dengan kepemilikan manajerial sehingga tidak mendukung teori tersebut. Kondisi ini memberi indikasi bekerjanya signaling theory pada perusahaan-perusahaan di Indonesia yang kepemilikannya cenderung didominasi oleh keluarga. Sehingga biaya keagenan yang tirnbul lebih disebabkan oleh hutang karena hubungan yang terjadi cenderung antara pemegang saham don pem beri pinjaman. Penelitian ini juga mendukung teori pecking order karena pihak manajer yang cenderung menetapkan tingkat pembayaran dividennya atas dasar aliran kas internal. Secara keseluruhan hasil yang diperoleh pada penelitian ini tidak mendukung secara penuh bekerjanya agency theory di Indonesia seperti pada beberapa penelition sebelumnya yang dilakukan di luar negeri. Alasan yang mendasari ini karena setiap negara memiliki ciri tersendiri berdasarkan kondisi don tingkat risiko negara tersebut.

Agency theory as one of theory in finance, give alternatives for managers to reduce agency costs associated with the principal-agents relationship by optimizing jointly over insider ownership, debt and dividend policies. This study examines the impact of these three factors utilizing a simultaneous system of equations called three stage least square. As an advance statistics model, three stage least square include one equation for each of the three policy choices. In this empirical work, seven real determinants as control variables are considered as well. A test of this theory employing time-series cross-sectional analysis with sample firms from the Jakarta Stock Exchange. This study finds that the influence of agency cost is occurs partially between financial policy (debt) and non-financial policy (managerial ownership). Results shows, dividend policy related positively to managerial ownership. This indicates the work of signaling theory because in most Indonesian companies, managerial ownership is entrenched to the family connection. As a consequence, the agency cost that exists is more to do with the debt, which relate the creditors and shareholders represented by management. The results also provide strong support for the pecking order theory from the fact that most of Indonesian firms set dividend levels that permit managers to finance expected investment internally. These results may not be generalized the work of agency theory like previous study, because the facts shows that every country has its specific condition and risk.

Kata Kunci : Keagenan,Struktur Modal dan Dividen,Managerial Ownership


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.