Laporkan Masalah

STUDI KOMPARATIF USAHA TANI BAWANG MERAH DENGAN BAHAN TANAM UMBI DAN BIJI DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL

ABI YUSUF BAHTIAR, Ir. Any Suryantini, M.M., Ph.D.; Arini Wahyu Utami, S.P., M.Sc.,

2020 | Skripsi | S1 EKONOMI PERTANIAN DAN AGRIBISNIS

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan pendapatan dan keuntungan usahatani bawang merah menggunakan bahan tanam umbi dan biji; (2) persepsi petani bawang merah di Kabupaten Gunungkidul terhadap usahatani bawang merah menggunakan bahan tanam biji (true-seed shallot); (3) faktor-faktor yang memengaruhi persepsi petani terhadap usahatani bawang merah menggunakan bahan tanam biji. Metode sampling pada penelitian ini adalah purposive sampling untuk pemilihan lokasi dan sensus untuk pemilihan petani, dengan total 59 petani bawang merah yang terdiri 36 petani Kecamatan Tanjungsari dan 23 petani Kecamatan Ponjong. Metode analisis untuk setiap tujuan penelitian secara berturut-turut adalah analisis finansial usahatani dan independent sample t test, one sample t test dan regresi linear berganda. Hasil yang diperoleh adalah (1) usahatani bawang merah biji menghasilkan pendapatan dan keuntungan yang lebih besar; (2) persepsi petani bawang merah terhadap usahatani bawang merah menggunakan bahan tanam biji tergolong baik; (3) umur petani, pendidikan, keaktifan petani dalam kelompok tani dan produktivitas berpengaruh meningkatkan persepsi petani terhadap usahatani bawang merah dengan bahan tanam biji.

This research aims (1) to compute the income and profit differences of shallot farming using bulbs and seed planting materials; (2) to know perception of shallot farmer in Gunungkidul Regency on shallot farming using seed as planting material (true-seed shallot); (3) to analyse determinant factors of farmer�s perception on shallot farming using seed as planting material. Purposive sampling was used to select location and census to choose respondent farmers, with a total of 59 shallot farmers: 36 farmers in Tanjungsari sub-district and 23 farmers in Ponjong sub-district. Analytical method for each research questions are financial farming analysis and independent sample t test, one sample t test and multiple linear regression, respectively. The result show: (1) true-seed shallot farming produces higher income and profit; (2) farmers� perception on true-seed shallot farming were good; (3) farmers� age, education level, farmers� activity in farmers group, and shallot�s productivity were improving farmer perception on true-seed shallot farming.

Kata Kunci : bawang merah, usaha tani bawang merah, true-seed shallot, persepsi

  1. S1-2020-398869-abstract.pdf  
  2. S1-2020-398869-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-398869-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-398869-title.pdf