Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu dan Tingkat Stres Ibu dengan Status Gizi Anak Autis
MASYITHA FAJRURAHMAH, Aviria Ermamilia, S.Gz, M.Gizi, R.D; Dwi Susilawati, S.Psi, MA, Psikolog
2020 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATANLatar Belakang: Gizi merupakan salah satu aspek penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak autis, karena anak autis memiliki beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko malnutrisi. Ibu sebagai pengasuh utama dianggap memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keseimbangan energi anak-anak mereka, terutama dalam hal pengaturan pola makan, namun peran tersebut dapat dipengaruhi oleh pengetahuan gizi serta tingkat stres dari Ibu. Dengan tingkat stres yang tergolong tinggi pada ibu dari anak autis, serta pengetahuan gizi yang dapat mempengaruhi status gizi anak, maka dibutuhkan kajian untuk melihat bagaimana pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap status gizi anak autis. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi ibu dan tingkat stres ibu dengan status gizi anak autis. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain studi cross sectional. Subjek merupakan 30 anak autis beserta ibunya di Pusat Layanan Autis Daerah Istimewa Yogyakarta, yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data pengetahuan gizi ibu diperoleh melalui kuesioner pengetahuan gizi ibu, data tingkat stres ibu diperoleh melalui kuesioner Parenting Stress Index-Short Form (PSI-SF), sedangkan data berat dan tinggi badan anak diukur secara langsung, dan diklasifikasikan berdasarkan indeks BB/U, TB/U dan IMT/U. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Fisher's Exact Test. Hasil: Ibu dari anak autis sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan gizi yang baik (70%) dan memiliki tingkat stres yang tinggi (66.7%). Anak autis yang menjadi subjek dalam penelitian ini sebagian besar memiliki status gizi normal apabila dilihat berdasarkan indeks BB/U (59.1%), IMT/U (56.7%) dan TB/U (86.7%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi ibu dengan status gizi anak autis baik melalui indikator IMT/U (p value=1.000) maupun melalui indikator TB/U (p value=1.000), dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres ibu dengan status gizi anak autis baik melalui indikator IMT/U (p value=1.000) maupun melalui indikator TB/U (p value=1.000). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi ibu dan tingkat stres ibu dengan status gizi anak autis.
Background: Nutrition is one of important aspect in the growth and development of children with autism, because children with autism have several factors that can increase the risk of malnutrition. Mothers as primary caregivers are considered to have significant influence on the energy balance of their children, especially in dietary habit regulation, but this role can be influenced by nutritional knowledge and stress level from mothers. With high levels of stress in the mother of an autistic child, as well as nutritional knowledge that can affect a child's nutritional status, a study is needed to see how these factors influence the nutritional status of an autistic children. Purpose: This study aims to determine the relationship between nutritional knowledge and stress levels of mothers with the nutritional status of children with autism. Methods: This study is a study with cross sectional design. The subjects were 30 autistic children and their mothers at Pusat Layanan Autis Daerah Istimewa Yogyakarta, and selected by purposive sampling technique. Data of mother's nutritional knowledge was obtained through a questionnaire, data of mother's stress level were obtained through Parenting Stress Index-Short Form (PSI-SF) questionnaire, while children's weight and height data were measured directly, and classified based on the BB/U, IMT/U, and TB/U index. The statistical analysis used in this study is Fisher's Exact Test. Result: Mothers of children with autism mostly have a good nutritional knowledge (70%) and have a high stress levels (66.7%). Autistic children who were the subjects in this study mostly had normal nutritional status when viewed based on the BB/U (59.1%), IMT/U (56.7%) and TB/U (86.7%) index. There was no significant relationship between mother's nutritional knowledge and nutritional status of autistic children either through IMT/U indicators (p value = 1.000) or through TB/U indicators (p value = 1.000), and there was no significant relationship between mother's parenting stress levels with nutritional status of autistic children either through IMT/U indicators (p value = 1.000) or through TB/U indicators (p value = 1.000). Conclusion: There is no relationship between mother's nutritional knowledge and mother's parenting stress levels with the nutritional status of autistic children.
Kata Kunci : Autis, status gizi, pengetahuan gizi ibu, tingkat stres ibu