Laporkan Masalah

Pengaruh Edukasi AViRSex (Aid Video for Reproduction and Sexuality) Terhadap Efikasi Diri Remaja Tentang Kesehatan Seksual dan Reproduksi di Kecamatan Ngemplak

ETIKA RATNASARI, Sri Hartini S.Kep.Ns., M.Kes.,PhD ; dr. Widya Wasityastuti, MSc.,M.Med.Ed.,PhD

2020 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATAN

Latar Belakang: Efikasi diri merupakan kemampuan untuk mengatur atau melaksanakan suatu tindakan dalam mencapai tujuan. Efikasi diri dibentuk pada saat usia remaja yaitu 10 - 19 tahun. Masa remaja merupakan masa yang rentan, pada fase ini remaja berada fase genital dan dorongan seksual mengalami fase puncak. Pada usia ini remaja mulai berpacaran, sedangkan mereka belum memiliki softskill yang baik dengan lawan jenis dan dikhawatirkan mengarah pada perilaku seks bebas. Efikasi diri kesehatan seksual dan reproduksi merupakan keyakinan seseorang dalam memutuskan terkait engan seksualitasnya. Edukasi penting diberikan untuk memberikan infromasi kepada remaja dalam keputusan terkait seksualnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh edukasi AViRSex terhadap efikasi diri remaja tentang kesehatan seksual dan reproduksi. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi AVirSex (Aid Video for Reproduction and Sexuality) terhadap efikasi diri remaja tentang kesehatan seksual dan reproduksi, gambaran efikasi diri kesehatan seksual dan reproduksi, skor pre-posttest kelompok kontrol dan intervensi, hubungan efikasi diri dengan usia, jenis kelamin, dan pengalaman pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi sebelumnya. Metode: Penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi-experimental. Penelitian dilaksanakan pada bulan November-Desember 2019 dengan subjek penelitian sejumlah 122 siswa SMP N 1 Ngemplak dan SMP N 2 Ngemplak Sleman. Penelitian menggunakan kuesioner efikasi diri kesehatan seksual dan reproduksi. Analisis data yang digunakan dengan menggunakan Paired T-test, Mann-Whitney, Uji Pearson, dan Uji Eta. Hasil Penelitian: Analisis data menunjukan ada perubahan signifikan pada skor pre-posttest kelompok intervensi (p = 0,008) dan tidak ada perubahan signifikan pada skor pre-posttest kelompok kontrol (0,367). Tidak ada perbedaan singnifikan selisih skor efikasi diri pre-posttest kelompok kontrol dan intervensi. Tidak ada hubungan antara efikasi diri dengan usia (r = -0,039) dan pengalaman kesehatan seksual reproduksi sebelumnya (F hitung = 2,062) dan ada hubungan efikasi diri dengan jenis kelamin (F hitung = 6,28). Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan pada skor pre-posttest kelompok kontrol dan intervensi, akan tetapi tidak ada perubahan signifikan pada selisih pre-posttest kelompok kontrol dan intervensi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa AViRSex dapat meningkatkan skor efikasi diri kesehatan seksual dan reproduksi remaja, akan tetapi peningkatan tidak signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Background: Self-efficacy is ability to manage or doing an action to achieve the goals. Self-efficacy is formed at the age of adolescence (10 - 19 years). Adolescence is a vunerable period, In this phase adolescence in a genital phase and has sexual boost on top phase. At this age adolescents has dating, they have not got softskill with opposite sex and to worry about free sex behavior. Self-effication sexual and reproduction is someone belief to decide about their sexuality. Information about sexuality and reproduction important to adolescent about their sexual and reproduction decide. Therefore, it is necessary to do research about the effect AViRSex education to self-efficacy adolescence about sexual and reproduction health. Objective: To know the effect of AViRSex (Aid Video for Reproduction and Sexuality) education to self-efficacy adolescence about sexual and reproduction health, description of self-efficacy, pre-posttest score in control and intervention groups, relation of self-efficacy and age, sex, and history of sexual education. Methods: This reseach is quantitative research with quasi-experimental method. This research was conducted in November-Desember 2019 to subject 122 students in SMP N 1 Ngemplak and SMP N 2 Ngemplak Sleman. This research uses the self-efficacy sexuality and reproduction health quesionnaire. Data analysis with Paired T-test, Mann-Whitney, Pearson Product Moment, and Eta. Result: Data analysis shows there was a significant change in the pre-posttest score of the intervention group (p = 0.008) and there was no significant change in the pre-posttest score of the control group (0.367). There was no significant in the difference in the pre-posttest score of the control and intervention self-efficacy groups. There was no relationship between self-efficacy and age (r = -0.039) and previous sexual reproductive health experiences (F count = 2.062) and there was a relationship of self-efficacy with sex (F count = 6.28). Conclusion: There were significant differences in the pre-posttest scores of the control and intervention groups, but there were no significant changes in the pre-posttest scores of the control and intervention groups. So it can be concluded that AViRSex has effect on increasing adolescent self-efficacy scores about sexual and reproductive health, but the increasing not significant.

Kata Kunci : Efikasi Diri, Kesehatan Seksual dan Reproduksi, Remaja

  1. S1-2020-373813-title.pdf  
  2. S1-2020-397813-abstract.pdf  
  3. S1-2020-397813-bibliography.pdf  
  4. S1-2020-397813-tableofcontent.pdf