Strategi Komunikasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal : Studi Kasus Mitigasi Bencana Muhammadiyah Disaster Management Center dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada Program Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di Daerah Istimewa Yogyakarta
OKKY TRIA KURNIADI, Mufti Nurlatifah, SIP. MA.
2020 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASISetiap lembaga kebencanaan memerlukan strategi komunikasi sebagai upaya untuk mencapai tujuan komunikasi secara efektif, termasuk MDMC dan BNPB. Tahun 2012 dimulainya program Desa Tangguh Bencana (DESTANA) yang digagas oleh BNPB dan diadaptasi menjadi Masyarakat Tangguh Bencana (MASTANA) oleh MDMC. Seiring berjalannya waktu skema-skema dalam program DESTANA terus berkembang dengan memperhatikan adaptasi terhadap kearifan lokal dimasyarakat. Penelitian ini akan melihat bagaimana BNPB dan MDMC dalam merespon kearifan lokal pada program DESTANA yang mana keduanya mempunyai pendekatan kelembagaan yang berberbeda. Yakni, pendekatan secara pemerintahan dan ormas. Konsep strategi komunikasi bencana yang digunakan dalam penelitian ini adalah strategi komunikasi dari Effendy (2003). Lebih lanjut, peneliti menggunakan metode studi kasus dalam melihat permasalahan yang terjadi, karena masalah penelitian merupakan peristiwa kontemporer dan peneliti berperan minim atau tidak sama sekali melakukan kontrol terhadap peristiwa yang terjadi. Hasil dari penelitian ini menemukan jika strategi komunikasi bencana yang dilakukan oleh MDMC dan BNPB di Yogyakarta telah menerapkan strategi komunikasi dari pembuatan kebijakan, perumusan, implementasi hingga evaluasi pada program DESTANA dan melakukan upaya yang adaptif terhadap kearifan lokal.
Every disaster agency needs a communication strategy as an effort to achieve communication goals effectively, including MDMC and BNPB. In 2012 the start of the Desa Tangguh Bencana (DESTANA) program initiated by BNPB and adapted to the Masyarakat Tangguh Bencana (MASTANA) by MDMC. Over time the schemes in the DESTANA program continue to develop by paying attention to adaptation to local wisdom in the community. This research will look at how BNPB and MDMC respond to local wisdom in the DESTANA program, both of which have different institutional approaches. Namely, the approach of government and mass organizations.The concept of disaster communication strategy used in this study is the communication strategy from Effendy (2003). Furthermore, researchers use the case study method in looking at problems that occur, because research problems are contemporary events and researchers have minimal or no control over events. The results of this study found that the disaster communication strategy undertaken by MDMC and BNPB in Yogyakarta has implemented a communication strategy from policy making, preparednesss, implementation, and evaluation in the DESTANA program and made efforts that are adaptive to local wisdom.
Kata Kunci : strategi komunikasi, bencana, kearifan lokal, DESTANA