PEMAHAMAN MAHASISWA KEDOKTERAN UGM ANGKATAN 2015 TERHADAP ATURAN PENGGUNAAN DAN PEMBERIAN MORFIN KEPADA PASIEN UNTUK KEPERLUAN MEDIS YANG DIATUR DALAM UNDANG-UNDANG NO. 35 TAHUN 2009 TENTANG NARKOTIKA
MARGARETA SIRENA V, Dr. dr. Rustamadji, M.Kes; Dr. dr. Wahyudi Istiono, M.Kes
2019 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar Belakang : Morfin adalah salah satu obat pereda nyeri yang termasuk obat golongan analgesik narkotik. Penggunaan morfin dalam medis di Indonesia untuk meredakan nyeri sudah diatur dalam beberapa regulasi, salah satunya dalam Undang-undang No. 35 Tahun 2009. Namun, di era sekarang masih banyak dokter yang masih ragu dan enggan untuk memberikan morfin pada pasien yang membutuhkan (contoh : menderita nyeri hebat karena kanker atau HIV), hal ini disebabkan karena rasa takut dan khawatir yang muncul jika dengan meresepkan morfin untuk pasien, mereka akan sangat rentan tersandung masalah hukum mengenai penggunaan narkotika yang tidak sesuai undang-undang atau regulasi yang berlaku. Tujuan : Untuk mengetahui pemahaman mahasiswa Pendidikan Dokter UGM Angkatan 2015 terhadap aturan penggunaan dan pemberian morfin kepada pasien untuk keperluan medis yang diatur dalam Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Metode : Penelitian ini berupa penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian potong lintang. Dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang sudah divalidasi secara face-validity oleh ahli/pakar bidang kepada subyek yang merupakan mahasiswa Kedokteran FK-KMK UGM angkatan 2015 yang sudah menyelesaikan semua kegiatan perkuliahan sarjana. Tingkat pengetehuan diukur dengan cut-off lebih dari atau sama dengan 65% kategori baik dan kurang dari 65 kategori kurang baik yang berdasarkan sistem penilaian di program studi Kedokteran FK-KMK UGM. Hasil : Subyek penelitian berjumlah 50 orang yang terdiri atas 30 orang laki-laki dan 20 orang perempuan. Jumlah subyek terbanyak dengan tingkat pengetahuan yang kurang baik terdapat dalam variabel "Penggolongan Narkotika"(84%). Jumlah subyek terbanyak dengan tingkat pengetahuan yang baik terdapat di variabel "Penyimpanan Narkotika" (100%). Kesimpulan : Pengetahuan mahasiswa terhadap regulasi penggunaan morfin di Indonesia masih kurang dalam beberapa aspek. Kata Kunci : Mahasiswa, morfin, regulasi, kuesioner prevalensi
Background : Morphine is one of the pain reliever medications that included to the drug of narcotic analgesics. Medical use of morphine in Indonesia to relieve pain is regulated in several regulations, one of them which is in Act No. 35 year 2009. However, in the present era there are still many doctors who still hesitate and are reluctant to give morphine to patients in need (example: suffering from severe pain due to cancer or HIV), this is due to fear and worry that arises if by prescribing for patients, they will be very susceptible to stumbling on legal issues regarding the use of narcotics that do not comply with applicable laws or regulations. Objective : To know the understanding of medical students of FK-KMK UGM batch 2015 about the rules of use and administration of morphine to the patient for medical purposes stipulated in the Act No. 35 year 2009 on Narcotics. Method : This research is in the form of analytical descriptive research with the research design cross-sectional. Done by spreading a questionnaire that has been validated face-validity by experts to the subject which is the medical student of FK-KMK UGM batch 2015, who has completed all the activities of undergraduate lectures. The cutting rate is measured by cut-off more than or equal to 65% for good category and less than 65 for less good category based on assessment system in the medical study program FK-KMK UGM. Results : The research subject amounted to 50 people consisting of 30 men and 20 women. The highest number of subjects with poor levels of knowledge are in the variable "Narcotics Classification" (84%). The highest number of subjects with a good level of knowledge is in the "Narcotics Storage" variable (100%). Conclusion : Student knowledge of the regulation of morphine usage in Indonesia is still lacking in some aspects. Keywords : Students, morphine, regulation, prevalence questionnaire
Kata Kunci : Mahasiswa, morfin, regulasi, kuesioner prevalensi/Students, morphine, regulation, prevalence questionnaire