Laporkan Masalah

Perbandingan Viabilitas dan Motilitas Spermatozoa Epididimis Domba Ekor Tipis yang Disimpan dalam Pengencer Madu Riau dan Madu Temanggung pada Suhu Ruang

AJENG HEN MAHARDIKA, drh. Sri Gustari, M.P.

2020 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penambahan madu Riau dan madu Temanggung pada pengencer tris-kuning telur terhadap viabilitas dan motilitas spermatozoa yang disimpan pada suhu ruang. Spermatozoa diperoleh dari cauda epididimis domba ekor tipis (DET) sebanyak lima kali pengulangan. Spermatozoa kemudian diencerkan ke dalam tiga bahan pengencer, yaitu pengencer madu Riau, pengencer madu Temanggung, dan pengencer kontrol, yang kemudian disimpan pada suhu ruang. Spermatozoa dalam pengencer diamati viabilitas dan motilitasnya setiap pagi dan sore. Data penelitian dianalisis dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan Analisis Ragam (ANOVA) dilanjutkan dengan Uji Post Hoc Tukey dan Duncan. Hasil pemeriksaan viabilitas spermatozoa pada jam ke-16, 24, 48, 72, dan 96 menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara jenis pengencer. Pengencer madu Riau dapat mempertahankan viabilitas hingga 96 jam, sedangkan pengencer madu Temanggung sampai 112 jam. Hasil pemeriksaan motilitas spermatozoa pada jam ke-16 dan 24 menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara jenis pengencer terhadap motilitas spermatozoa. Pengencer madu Riau dapat mempertahankan motilitas hingga 24 jam sedangkan pengencer madu Temanggung hingga 40 jam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan madu Riau dan madu Temanggung ke dalam pengencer tidak memberikan pengaruh terhadap viabilitas dan motilitas spermatozoa DET yang disimpan pada suhu ruang.

The study aimed to examine the effect of adding Riau honey and Temanggung honey to tris-egg yolk diluent on viability and motility of caudal epididymis sperm of thin-tailed ram stored at room temperature. The sample of spermatozoa was collected from caudal epididymis of thin-tailed ram with five times repetition. The spermatozoa was diluted in Riau honey diluent, Temanggung honey diluent, and control diluent. The viability and motility of spermatozoa was observed in the morning and the evening. The data was analyzed statistically using ANOVA One-way then Post Hoc Tukey and Duncan Test. The result of the spermatozoa viability at 16, 24, 48, 72, and 96 hours showed no significant difference between the types of diluents. The viability of spermatozoa on Riau honey diluent last up to 96 hours, while Temanggung honey diluent last up to 112 hours. The result of spermatozoa motility at 16 and 24 hours showed there is no significant difference between the types of diluents. The motility of spermatozoa on Riau honey diluent last up to 24 hours, while Temanggung honey diluent last up to 40 hours. It could be concluded that the addition of Riau honey and Temanggung honey into diluent could not provide effect on viability and motility spermatozoa of caudal epididymis thin-tailed ram stored at room temperature.

Kata Kunci : Spermatozoa cauda epididimis, Domba ekor tipis (DET), bahan pengencer madu, madu Riau, madu Temanggung

  1. S1-2020-393854-abstract.pdf  
  2. S1-2020-393854-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-393854-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-393854-title.pdf