Laporkan Masalah

Pengaruh Perbedaan Lokasi Peternakan terhadap Rasio Albumin dengan Globulin (A/G) pada Kambing Sapera Bunting

DWIANA PUNGKI A W, Dr. drh. Sarmin, M.P.

2020 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Kambing adalah salah satu ternak yang banyak dipelihara oleh masyarakat Indonesia. Pemanfaataan kambing sekitar 60% sebagai penghasil susu. Kambing Sapera memiliki produktivitas susu yang lebih tinggi daripada kambing PE namun lebih rendah daripada kambing Saanen, yaitu 3-5 liter susu per hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lokasi peternakan terhadap rasio A/G pada kambing Sapera bunting. Sampel yang digunakan sebanyak tiga ekor kambing sapera bunting dari peternakan Seyegan, dua belas ekor dari peternakan Ngaglik, dan enam ekor dari peternakan Sukoharjo. Rata-rata nilai rasio A/G Kambing Sapera pada kondisi bunting di peternakan Ngaglik adalah 1,19 ± 0,18, di peternakan Seyegan 0,92 ± 0,09, dan di peternakan Sukoharjo 0,90 ± 0,27. Hasil menunjukkan nilai p<0,05 yang berarti terdapat perbedaan rasio A/G yang signifikan. Berdasarkan analisis Tukey terdapat perbedaan rasio yang signifikan antara peternakan Ngaglik dan peternakan Sukoharjo. Suhu lingkungan dan ketinggian wilayah berhubungan secara positif terhadap rasio A/G dengan derajat korelasi sedang, sehingga lokasi peternakan berdampak pada rasio A/G pada kambing Sapera bunting.

Goat is one of the livestock that raise by the most Indonesian people. Goat utilization of about 60% as a milk producer. Sapera goats have higher milk productivity than PE goats but are lower than Saanen goats, which are 3-5 liters of milk per day. The purpose of this study was to determine the effect of farm location on A/G ratio in pregnant Sapera goats. The samples used were three pregnant female goats from Seyegan farm, twelve from Ngaglik farm, and six from Sukoharjo farm. The mean value of the A/G ratio of Sapera Goats in pregnant conditions at the Ngaglik farm was 1.19 ± 0.18, at the Seyegan farm 0.92 ± 0.09, and at the Sukoharjo farm 0.90 ± 0.27. The results show a value of p <0.05 which means that there are significant differences in the A/G ratio. Based on Tukey's analysis there is a significant difference in the ratio between Ngaglik farms and Sukoharjo farms. Ambient temperature and altitude are positively related to the A/G ratio with a moderate degree of correlation, so the location of the farm has an impact on the A/G ratio in pregnant Sapera goats.

Kata Kunci : kambing, kambing sapera, betina, bunting, rasio A/G, lokasi peternakan

  1. S1-2020-398183-abstract.pdf  
  2. S1-2020-398183-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-398183-tableofcontent.doc  
  4. S1-2020-398183-tableofcontent.pdf  
  5. S1-2020-398183-title.pdf