Laporkan Masalah

KADAR ALBUMIN SERUM KAMBING KACANG BETINA (Capra hircus) YANG TERINFESTASI CACING SALURAN PENCERNAAN SECARA ALAMI

NABILA CAHYAWATI S, Dr. drh. Irkham Widiyono

2020 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh infestasi cacing saluran pencernaan terhadap kadar albumin serum kambing Kacang. Duabelas ekor kambing Kacang (Capra hircus) betina, dewasa, dan tidak bunting digunakan dalam penelitian ini. Hewan dibagi dalam 2 kelompok, masing-masing 6 ekor (A dan B). Kelompok A terdiri dari hewan yang terinfestasi cacing saluran pencernaan secara alami, sedang kelompok B terdiri dari hewan yang bebas infestasi cacing saluran pencernaan sebagai kontrol. Hewan dipelihara di dalam kandang individual dengan pakan yang sama (jerami kangkung) selama satu bulan. Air minum diberikan secara ad libitum. Pengambilan sampel feses dan darah dilakukan pada akhir periode penelitian untuk pemeriksaan infestasi parasit dan kadar albumin serum. Pemeriksaan parasit di dalam feses dilakukan dengan menggunakan metode nativ dan McMaster. Kadar albumin serum dianalisis secara spektrofotometrik dengan blood chemistry analyzer SYNCHRON CX ® Systems(s). Hasil pemeriksaan parasitologi feses menunjukkan adanya infestasi cacing Strongyloides, Haemonchus, Trichuris, dan Oesophagostomum dengan derajat infestasi ringan sampai sedang. Rerata kadar albumin serum kambing Kacang pada kelompok A secara signifikan lebih rendah dibanding kadar albumin serum hewan kelompok B, 1,84 g/dL vs. 3,57 g/dL (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa infestasi cacing nematoda saluran pencernaan potensial mengakibatkan penurunan kadar albumin serum pada kambing Kacang.

This research was aimed to investigate the effect of natural infestation of gastrointestinal nematodes on serum albumin concentration in Kacang goats. Twelve non pregnant adult female Kacang goats were used in this study. The animals were devided in to 2 groups, six of each (A and B). Group A consisted of animals suffered from natural infestation of gastrointedtinal nematodes, whereas group B consisted of animals free from gastrointestinal parasite infestation as a control. Each animal was kept in individusl cage and fed kangkong hay for a month. Water was given ad libitum. Faecal and blood samples were collected at the end of the study period for parasitological and blood chemistry analyses, respectively. Parasitological examinations were conducted using native ang McMaster methods, whereas serum albumin concentrations were analyzed spectrophotometrically using blood chemistry analyzer SYNCHRON CX ® Systems(s). The animals in group A were suffered from mild and moderate nematode infestation of Strongyloides, Haemonchus, Trichuris, and Oesophagostomum. The animals in group A had significant lower level of serum albumin than the animals in group B, 1.84 g/dL vs 3.57 g/dL (p<0,05). It could be concluded that the gastrointestinal worms infestation potentially resulted in decreased serum albumin levels in Kacang goats.

Kata Kunci : albumin, kambing Kacang, nematoda gastrointestinal, serum

  1. S1-2020-393897-abstract.pdf  
  2. S1-2020-393897-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-393897-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-393897-title.pdf