PENGARUH RAS DAN STATUS BUNTING TERHADAP RASIO ALBUMIN DENGAN GLOBULIN (A/G) PADA KAMBING SAANEN, SAPERA, DAN PERANAKAN ETTAWA
DECA YANTY, Dr. drh. Sarmin, M.P.
2020 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANPenelitian ini dilakukan untuk membandingkan rasio albumin dengan globulin (A/G) pada kambing Saanen, Sapera, dan peranakan Ettawa bunting. Penelitian ini menggunakan 15 ekor kambing perah bunting yang terdiri dari 3 ekor kambing Saanen, 3 ekor kambing Sapera, dan 9 ekor kambing peranakan Ettawa (PE). Seluruh sampel darah dikoleksi pada waktu pagi hari sebelum kambing penelitian diberi pakan selanjutnya dianalisis pada serum yang diperoleh berupa albumin dan globulin. Rasio Albumin dengan globulin diperoleh dengan membagi level albumin dengan level globulin. Hasil penghitungan statistik dengan uji ANOVA menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan rasio A/G dengan hasil signifikansi 0,09 (p>0,05) pada ketiga ras kambing bunting dengan angka 1,29 ± 0,13 pada kambing Saanen, 0,92 ± 0,09 pada kambing Sapera, dan 1,12 ± 0,22 pada kambing PE. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa perbedaan ras kambing antara Saanen, Sapera, dan PE dengan status bunting tidak mempengaruhi rasio A/G.
This study was conducted to know the effect of breed on goats with physiological status pregnant on the ratio of albumin to globulin (A/G). The total number of the sample is 15 dairy goats consisting of three goat breeds; they are three Saanen goats, three Sapera goats, and nine Etawah Crossbred (PE) goats from Bumiku Hijau goat farm in Seyegan. Blood samples are collected in the morning before the animals are fed. Measured total serum protein, albumin, and globulin are used to determine the ratio of albumin to globulin. The average calculation results of the ratio of albumin to globulin (A/G) in pregnant goats were 1.29 ± 0.13 in Saanen goats, 0.92 ± 0.09 in Sapera goats, and 1.12 ± 0.22 in PE goats. In general, these results were within the normal range for goats. The statistical analysis results performed by ANOVA test did not show any significant difference in the A/G ratio with significancy 0.09 (P> 0.05) among the three groups of the goat breeds. The conclusion of the study results is that breed has no effect on the A/G ratio of pregnant goats.
Kata Kunci : kambing Saanen, kambing Sapera, kambing PE, bunting, rasio A/G.