Laporkan Masalah

Analisis Tingkat Pengetahuan, Penerimaan, dan Kemauan Membayar Terhadap Vaksin Hepatitis A pada Masyarakat di Indonesia

IRFAN AHMAD, Dra. Tri Murti Andayani, Sp.FRS., Apt. dan Dr. Dwi Endarti, M.Sc., Apt.

2020 | Tesis | MAGISTER ILMU FARMASI

Vaksin hepatitis A terbukti efektif dalam memberikan perlindungan terhadap virus hepatitis A namun belum tergolong dalam program imunisasi nasional di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan, penerimaan, dan kemauan membayar terhadap vaksin hepatitis A, menganalisa hubungan antara faktor sosiodemografi dan pengalaman dengan tingkat pengetahuan, penerimaan, dan kemauan membayar terhadap vaksin hepatitis A, serta menganalisa hubungan antara tingkat pengetahuan, penerimaan, dan kemauan membayar masyarakat Indonesia terhadap vaksin hepatitis A. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional dengan pendekatan multi-center cross-sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 500 responden yang berlokasi pada 5 provinsi di Indonesia yaitu Provinsi DIY, Lampung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Tengah. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling dengan kriteria inklusi orang tua yang memiliki anak dengan usia dibawah 2 tahun dan dapat berkomunikasi dengan baik. Waktu pelaksanaan penelitian berlangsung pada bulan Oktober sampai dengan bulan November 2019. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang dimodifikasi dari kuesioner pada penelitian serupa sebelumnya yang terdiri dari karakteristik sosiodemografi, pengalaman, pengukur tingkat pengetahuan, penerimaan, dan kemauan membayar. Uji validitas yang dilakukan yaitu validitas konten dan validitas muka. Analisis data dan penyajian hasil menggunakan analisis deskriptif. Hubungan antar variabel dianalisa dengan menggunakan uji beda Mann-Whitney dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tentang penyakit dan vaksin relatif baik (76,9), penerimaan masyarakat terhadap vaksin cenderung positif (72,2), dan nilai kemauan membayar terhadap vaksin diperoleh median sebesar Rp. 200.000,00. Uji beda Mann-Whitney menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan jumlah tanggunan dalam keluarga, pengalaman mendengar penyakit dan vaksin, dan pengalaman anak/lingkungan pernah divaksin. Terdapat hubungan antara penerimaan dengan status pekerjaan, pengeluaran perbulan, jumlah tanggungan dalam keluarga, kepemilikan asuransi kesehatan, pengalaman mendengar penyakit, dan pengalaman anak/lingkungan pernah divaksin. Terdapat hubungan antara kemauan membayar dengan status pekerjaan, penghasilan perbulan, kepemilikan asuransi kesehatan, dan pengalaman mendengar vaksin. Uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan penerimaan (p 0,001), pengetahuan dengan kemauan membayar (p 0,020), dan penerimaan dengan kemauan membayar (p 0,002).

Hepatitis A vaccine has proven effective in protecting against the hepatitis A virus but has not yet been included in the national immunization program in Indonesia. This study aims to measure the level of knowledge, acceptance, and payment of the hepatitis A vaccine, analyze the relationship between sociodemographic factors and experience with the level of knowledge, acceptance, and willingness to pay for hepatitis A vaccine, and analyze the relationship between the level of knowledge, acceptance, and willingness to pay Indonesian society against hepatitis A vaccine. This study uses an observational research design using a multi-center cross-sectional study. The sample used was 500 respondents located in 5 provinces in Indonesia, namely DIY, Lampung, West Java, Central Kalimantan, and Central Sulawesi. The sampling method uses a convenience sampling technique with the inclusion criteria of parents who have children under the age of 2 years and can communicate well. The time of the research took place from October to November 2019. Data collection was carried out using a questionnaire submitted from a questionnaire in the previous study consisting of sociodemographic characteristics, experience, measuring the level of knowledge, acceptance, and willingness to pay. The validity test conducted is content validity and face validity. Data analysis and presentation results using descriptive analysis. Relationships between variables were analyzed using the Mann-Whitney difference test and the Spearman difference test. The results of research on vaccine knowledge were relatively good (76.9), community approval of positive vaccines (72.2), and the value of willingness to pay for vaccines obtained a median of Rp. 200,000.00. Different Mann-Whitney tests that show the relationship between knowledge and the number of dependents in the family, the experience of hearing diseases and vaccines and the experience of children / the environment have been vaccinated. Related to the relationship between income and work status, monthly expenditure, many dependents in the family, health insurance, the experience of hearing illness, and experience of children / the environment have been vaccinated. There is a relationship between willingness to pay with employment status, monthly speaking, health insurance ownership, and experience hearing vaccines. Knowledge test about the relationship between knowledge and acceptance (p 0.001), knowledge with willingness to pay (p 0.020), and acceptance with the willingness to pay (p 0.002).

Kata Kunci : vaksin hepatitis A, pengetahuan, penerimaan, kemauan membayar

  1. S2-2020-432976-abstract.pdf  
  2. S2-2020-432976-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-432976-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-432976-title.pdf