Nama-nama Jajanan Khas Arab: Kajian Etnosemantik
AFIFATUL MUNJIDAH, Dr. Amir Ma'ruf, M.Hum.
2020 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIKNama-nama jajanan Arab tidak terlepas dari kebudayaan yang melatarbelakanginya. Jajanan Arab memiliki nama-nama yang unik dan menjadi daya tarik tersendiri untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nama-nama jajanan khas Arab dari segi kebahasaan, dasar penamaannya, maupun latar belakang budayanya yang menjadikan jajanan tersebut memiliki klasifikasi tertentu. Sumber data penelitian buku The Arab Table: Recipe and Culinary Traditions karya May S. Bsisu (2005), Mausu'atu at-Tabkhi al-Musawwari karya tim Maktabah Lebanon (2001), Dalilu at-Tabkhi wa an-Nagziyyati karya Nazihah Adib dan Firdaus Mukhtar (1965), laman resep serta informasi jajanan Arab mawdoo3.com, cookpad.com, dan ar.m.wikipedia.org. Data dianalisis berdasarkan bentuk satuan kebahasaan dengan metode agih, dasar penamaan dengan metode padan referensial, dan mengungkap klasifikasi jajanan sebagai cerminan kebudayaan Arab dengan etnosemantik sebagai alat bantu analisis. Nama-nama jajanan khas Arab berupa kata yang terdiri dari monomorfemis dan polimorfemis, sedangkan dari segi frasa berupa frasa endosentris atributif dan frasa endosentris koordinatif. Dari latar belakang penamaannya, nama-nama jajanan khas Arab berdasarkan pada bahan, cara pembuatan, tempat asal, keserupaan atau metafora, penyebutan sifat khas, nama penemu atau tokoh, dan penamaan baru. Jajanan khas Arab diklasifikasikan menurut tiga jenis, yakni roti-rotian, ragam kue, dan jajanan campuran lainnya. Jenis roti-rotian paling banyak ditemukan dengan 65 jajanan, kemudian jenis kue sebanyak 50 jajanan, dan jajanan berjenis campuran sebanyak 37 data dengan komponen-komponen pembeda antar satu jajanan dengan lainnya. Dari segi budaya konsumsi, masyarakat Arab memakan jajanan saat pesta besar, tetapi kini jajanan-jajanan tersebut dapat dikonsumsi sehari-hari yang dapat dijumpai di toko-toko samping jalan.
The names of Arabic snacks are inseparable from the culture behind them. Arabic snacks have unique names and are the main attraction for further study. This study aims to examine the names of distinctive Arabic snacks in terms of language, basic naming, and cultural background that makes these snacks have a certain classification. Data sources from the book The Arab Table: Recipe and Culinary Traditions by May S. Bsisu (2005), Mausu'atu at-Tabkhi al-Musawwari by the Lebanese Maktabah team (2001), Dalilu at-Tabkhi wa an-Nagziyyati by Nazihah Adib and Firdaus Mukhtar (1965), recipe pages on Arabic snacks mawdoo3.com, cookpad.com, and ar.m.wikipedia.org. Data were analyzed based on the form of linguistic units with the method of distribution, the basis of naming with the referential equivalent method, and revealing the classification of snacks as a reflection of Arab culture with ethnosemantics as an analytical aid. The names of Arabic's typical snack are words consisting of monomorphemic and polymorphemic, while in terms of phrases they are attributable endocentric phrases and coordinative endocentric phrases. From the background of the naming, the names of typical Arabic snacks are based on the material, method of manufacture, place of origin, similarity or metaphor, mention of the characteristic, name of the inventor or figure, and new naming. Arabic snacks are classified according to three types, namely bread, various cakes, and other mixed snacks. Most types of bread are found with 65 snacks, then 50 types of cakes, and 37 types of mixed snacks with distinguishing components between snacks. In terms of consumption culture, Arab society eats snacks during large parties, but now these snacks can be consumed everyday which can be found in shops beside the road.
Kata Kunci : jajanan khas, Arab, penamaan, etnosemantik