Evaluasi strategic planning dengan pendekatan balanced scorecard pada PT. Caltex Pasific Indonesia
KAMALA, Noor, Prof.Dr. Sukanto Reksohadiprodjo, M.Com
2001 | Tesis | Magister ManajemenIntensitas persaingan bisnis yang meningkat secara dramatis dewasa ini memacu dunia usaha untuk lebih peduli terhadap strategi yang membawanya kepada (sedikitnya) dua hal “keunggulan†dan “nilai“. Keunggulan disini bisa merupakan keunggulan menginduk (parenting advantage) untuk bisnis/perusahaan. Parameter eksternal 3P, pelanggan, persaingan, perubahan, bergerak sedemikian dinamis sehingga terkadang menyebabkan parameter internal “perusahaan†semakin sulit mengikuti iramanya. Konsep maupun implementasi strategi bergulir dalam perspektif yang berbeda baik dalam hirarki, formasi maupun isi. Fomulasi ekstrapolatif kurang mungkm dilakukan karena kompleksitas meningkat tajam dari waktu ke waktu sehingga faktor perubah menjadi besar. Kontrol semakin berat, strategi mulai bergeser dari sekedar analisa ke arah yang lebih sintesa dengan mengandalkan intuisi bisnis. Dalam kondisi demikian diperlukan mekanisme .untuk mengimplementasikan strategi agar dapat berjalan dengan baik. Derivasi strategi harus terukur, if you can ‘t measure it, you can ‘t manage it. Setiap alur strategi perlu pengukuran agar dapat ditentukan derajat keberhasilannya. Balanced Scorecard (BSC) adalah media yang tepat untuk hal itu. BSC adalah potret nyata strategi. Balanced Scorecard merupakan suatu penilaian yang menyeimbangkan empat perspektif pengukuran yang menyeimbangkan pengukuran aspek keuangan dan aspek non keuangan. Melalui Balanced Scorecard memunglunkan para manajer perusahaan mengukur bagaimana unit bisnis mereka melakukan penciptaan nilai saat ini dengan tetap mempertimbangkan kepentingankepentingan masa yang akan datang. Pendekatan Balanced Scorecard, disamping digunakan untuk menyediakan rencana strategik yang komprehensif, juga digunakan untuk menghasilkan rencana strategk yang koheren antara satu sasaran secara strategik dengan sasaran strategik yang lain memiliki hubungan sebab akibat. Bulanced Scorecard menekankan bahwa pengukuran keuangan dan non keuangan harus menjadi bagian dari sistem informasi bagi pekerja di semua lini. Balanced Scorecard memberikan suatu framework, suatu bahasa untuk mengkomunikasikan misi dan strategi, kemudian menginformaskan pada seluruh pekerja tentang apa yang menjadi penentu sukses saat ini dan masa mendatang. Bufanced Scorecard digunakan untuk mengartikulasikan strategi bisnis, mengkomunikasikan strategi bisnius, membantu menyatukan individu dan antar departemen dalam organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan bersama. Pengukuran ini bukan untuk mempertahankan posisi suatu individdunit organisasi dan keharusan tunduk pa& rencana yang lebih dulu ditetapkan sebagaimana sistem pengendalian tradisional, informasi dan proses belajar. Kaplan dan Norton membedah Bafunced Scorecard dalam perspektif pengukuran: Keuangan, Pelanggan, Proses Bisnis Internal dan Belajar dan Berkembang
-
Kata Kunci : Manajemen Strategi,Balance Scorecard,PT Caltex Pasific Indonesia