Laporkan Masalah

Politik Framing: Kelapa Sawit sebagai Arena Pertarungan Wacana Environmentalisme untuk Rakyat, Environmentalisme untuk Alam, dan Environmentalisme untuk Profit di Indonesia

AJENG AYU ADHISTY, Dr. Amalinda Savirani, M.A

2020 | Tesis | MAGISTER POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Abstrak Studi ini bertujuan untuk melihat bagaimana kontestasi wacana melalui framing antara aktor pro kelapa sawit yang diwakili oleh Negara dan Korporasi versus aktor kontra kelapa sawit yang diwakili oleh LSM Lingkungan Hidup. Aktor pro kelapa sawit membangun framing kelapa sawit untuk pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat. Aktor kontra kelapa sawit membangun framing kelapa sawit merusak lingkungan dan kehidupan masyarakat. Situasi pro dan kontra ini yang akhirnya membuat aktor pro kelapa sawit dan aktor kontra kelapa sawit melakukan kontestasi wacana melalui framing dengan memproduksi narasi pengetahuan untuk merebut klaim kebenaran wacana. Studi ini menggunakan landasan teori wacana milik Michel Foucault untuk membongkar makna tersembunyi dari narasi-narasi pengetahuan yang diproduksi. Pengetahuan digunakan sebagai instrumen politik masing-masing aktor untuk melegitimasi wacana yang dimilikinya. Landasan teori framing milik Willem Halffman juga penulis gunakan untuk melihat perspektif yang dibangun oleh aktor yang berkontestasi. Framing menghadirkan konstruksi makna yang spesifik tentang objek wacana. Penulis menggunakan metode storyline untuk melihat isu-isu apa saja yang muncul dalam proses kontestasi wacana antar aktor. Storyline digunakan masing-masing aktor untuk mengatasi beragam variasi wacana. Untuk mengetahui wacana apa yang sedang berlangsung, penulis menggunakan kerangka kerja Anja Nygren dalam memetakan wacana, yang terbagi dalam 4 spektrum wacana yaitu environmentalisme untuk alam, environmentalisme untuk profit, environmentalisme untu alternatif, dan environmentalisme untuk rakyat. Kontestasi wacana melalui framing yang berlangsung adalah melalui kontestasi narasi-narasi yang diproduksi oleh para aktor menggunakan pengetahuan sesuai dengan interpretasi dari masing-masing aktor. Interpretasi dari masing-masing aktor tersebut merefleksikan bahwa pengetahuan merupakan bagian dari wacana dan bukan sesuatu yang netral. Isu-isu yang muncul dilihat dari 3 storylines utama yang diproduksi oleh masing-masing aktor, yaitu mengenai deforestasi dan kebakaran hutan dan lahan, emisi gas rumah kaca, kesejahteraan masyarakat dan perekonomian nasional. Wacana yang sedang berlangsung adalah environmentalisme untuk rakyat yang relevan dengan ideologi yang dibawa oleh WALHI dan Sawit Watch yang menekankan aspek mengenai penghidupan masyarakat. Masyarakat harus mendapatkan keuntungan ekonomi dari proses komoditisasi kelapa sawit. Environmentalisme untuk alam dijalankan oleh Greenpeace dan WWF yang fokus pada kelestarian alam dan keanekaragaman hayati sehingga sertifikasi dan standar keberlanjutan kelapa sawit harus diterapkan. Sedangkan Negara dan Korporasi menjalankan wacana environmentalisme untuk profit, dimana pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara ekonomi, karena profit kelapa sawit berkontribusi besar terhadap perekonomian negara dan kesejahteraan masyarakat. Sehingga, investasi kelapa sawit harus tetap dijalankan dengan sistem berkelanjutan agar tetap bisa dipertahankan. Kata Kunci : Kelapa Sawit, Kontestasi, Wacana, Framing, Environmentalisme untuk Rakyat, Environmentalisme untuk Alam, Environmentalisme untuk Profit

Abstract This study aims to see how discourse contestation through framing between palm oil pro actors represented by the State and the Corporation versus palm oil contra actors which represented by the Environmental NGOs. The palm oil pro actors build framing about palm oil for national economic growth and public welfare while the palm oil contra actors build framing about palm oil is damaging the environment and people's lives. This pro and contra situation makes both actors do the contestation through framing by produce the science�s narration to get the truth claims of discourse. This study uses Michel Foucault's theory about discourse to find out the hidden meaning of science�s narration which produced by the actors. Science is used as a political instrument by each actor to legitimize their discourse. Willem Halffman's framework about framing is also used to see the perspective that was built by the actors. Framing theory presents the construction of specific meanings about the object of discourse. The storyline method is also used to see what issues have arisen in the process of contesting discourse between actors. Storyline is used by each actor to face various discourses. To find out what discourse is going on, the author uses Anja Nygren's theory in mapping some discourse, which are divided into 4 discourses, environmentalism for nature, environmentalism for profit, environmentalism for alternative and environmentalism for the people. The discourse contestation through framing is running by using science in accordance with the interpretation of each actor. The interpretation reflects that science is the part of the discourse and not something neutral. The issues that arise can be seen from 3 main storylines, those are deforestation and forest and land fires, greenhouse gas emissions, public welfare and national economy. Environmentalism for the people is relevant to the ideology of WALHI and Sawit Watch which emphasizes about the aspects of grassroots life. The community must get economic benefits from the commoditization of palm oil. Environmentalism for nature is relevant to the ideology of Greenpeace and WWF which focus on applying various forms of certification and standardization to safe the nature and biodiversity. Environmentalism for profit is relevant to the ideology of the State and the Corporation which believe that natural resources must be managed by economics, because palm oil profits contribute to the national economic growth and public welfare. Therefore, palm oil investment must be carried out with a sustainable system, so that palm oil can still exist in Indonesia. Keywords: Palm Oil, Contestation, Discourse, Framing, Environmentalism for the people, Environmentalism for nature, Environmentalism for profit

Kata Kunci : Kata Kunci : Kelapa Sawit, Kontestasi, Wacana, Framing, Environmentalisme untuk Rakyat, Environmentalisme untuk Alam, Environmentalisme untuk Profit

  1. S2-2020-419113-abstract.pdf  
  2. S2-2020-419113-bibliography.pdf.pdf  
  3. S2-2020-419113-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-419113-title.pdf.pdf