Laporkan Masalah

PEMBERDAYAAN ANGGOTA KELOMPOK USAHA PENGELOLA SAMPAH (KUPAS) DI DESA PANGGUNGHARJO, KECAMATAN SEWON KABUPATEN BANTUL, YOGYAKARTA

NINI KARLINAWATI, Dr. Krisdyatmiko S.Sos, M.Si.;Dra. Agnes Sunartiningsih M.S.

2020 | Tesis | MAGISTER PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Pemberdayaan adalah suatu proses untuk memberikan daya/kekuasaan (power) kepada pihak yang lemah (powerless). Pembedayaan tidak hanya memberikan kewenangan atau kekuasaan kepada pihak yang lemah saja. Dalam pemberdayaan terkandung makna proses pendidikan dalam meningkatkan kualitas individu, kelompok atau masyarakat sehingga mampu berdaya dan memiliki daya saing serta mampu hidup mandiri. Salah satu elemen pendukung dalam pemberdayaan yaitu adanya keterlibatan pemerintah dalam pemberdayaan. Melalui pemerintah desa yang mempunyai BUMDes banyak melahirkan unit-unit usaha yang mengarahkan pada pemberdayaan salah satunya unit KUPAS yaitu kelompok usaha pengelola sampah. KUPAS ini menawarkan sebuah program pemberdayaan yang berkaitan dengan sampah, sampah yang ada akan dikelola oleh KUPAS dan anggotanya. Oleh karena itu, penelitian ini mendeskripsikan bagaimana proses pemberdayaan anggota yang dilakukan oleh KUPAS mulai dari perencanaan awal, pelaksanaan dan hasil pemberdayaan yang dicapai oleh anggota KUPAS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan mencakup observasi, studi dokumentasi dan wawancara dengan 26 informan yang terdiri dari manajer, supervisor, ketua BUMDes, Lurah Desa, dan anggota KUPAS yang terdiri dari pelanggan KUPAS dan karyawan KUPAS. Lokasi penelitian di KUPAS Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Program Pemberdayaan Anggota Kelompok Usaha Pengelola Sampah (KUPAS) terkait input perencanaan awal bersifat bottom up. Dalam meningkatkan keberdayaan Anggota KUPAS berorientasi pada akses terhadap informasi, partisipasi, akuntabilitas dan kapasitas organisasi lokal. Pada tahapan implementasi program yang dilakukan yaitu program bank sampah dan tabungan pegadaian. Pada tahap outcome, terlihat dari aksesibilitas anggota KUPAS terhadap kesehatan, aksesibilitas pendidikan, aksesibilitas ekonomi. Dampak lain juga dari segi lingkungan yang bersih, sosial dan kultural. Pemberdayaan yang dilakukan oleh KUPAS bertujuan meningkatkan kesadaran anggota KUPAS dalam menjaga lingkungan sekitar dengan melalui edukasi pemilahan sampah.

Empowerment is a process to provide power for the powerless parties. Indeed, it does not only provide authority or power to powerless parties but also covers the educational process in improving the quality of individuals, groups, or communities enabling them to be competitive and to live independently. One of the supporting elements of empowerment is government involvement. The village government has BUMDes which produces many business units that lead to empowerment. One of the business units is KUPAS, a waste management business program. This group offers an empowerment program related to waste management in which its members also manage the waste. This study identifies the empowerment process initiated by KUPAS to its members starting from planning, implementation, and results of empowerment perceived by the member. The study applied descriptive qualitative research design. The data were collected through observation, documentation, and interviews with 26 informants including managers, supervisors, BUMDes chairman, Village Head, and members of KUPAS members (both its customers and workers). This study was carried out in KUPAS located in Panggungharjo village, Sewon sub-district, Bantul district, Yogyakarta. The obtained data were analyzed using data reduction, data presentation, and drawing a conclusion. The result of this study indicates that KUPAS (a waste management business program) uses bottom-up planning. In increasing the empowerment of its members, KUPAS concerns on access to information, participation, accountability, and the capacity of local organizations. In terms of program implementation, it has waste bank and pawnshop savings programs. Then, the outcome can be seen from its members accessibility to health, education, and economy. It also benefits the social and cultural settings with a cleaner environment. The empowerment initiated by KUPAS aims to increase the awareness of its members in protecting the surrounding environment by educating about waste management.

Kata Kunci : Pemberdayaan, aksesibilitas pendidikan, aksesibilitas kesehatan, aksesibilitas ekonomi

  1. S2-2020-422397-abstract.pdf  
  2. S2-2020-422397-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-422397-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-422397-title.pdf