AKTUALISASI NILAI-NILAI PANCASILA PADA GERAKAN PENDEKAR SIAGA DALAM MEWUJUDKAN KETAHANAN IDEOLOGI ( Studi di Desa Guwoterus, Kec. Montong, Kab. Tuban, Jawa Timur )
M. WILDAN JAUHARI, Prof. Dr. Kaelan, M.S; Prof. Dr. Djoko Soerjo, M.A
2020 | Tesis | MAGISTER KETAHANAN NASIONALBerdasarkan pada hasil penelitian dan analisis yang sudah dilakukan oleh Gerakan Pendekar Siaga dibentuk atas dasar keresahan terhadap gejolak dan ketidakstabilan para pemuda desa yang sering berkonflik atas banyaknya permasalahan, mulai dari masalah eksistensi antar pemuda khususnya pendekar, ketimpangan perekonomian yang menimbulkan kecemburuan sosial, dan mulai pudarnya semangat kembali memegang nilai, norma, dan etika sebagai pendekar yang nilai-nilai tersebut sesuai dengan cita-cita Pancasila. Penelitian yang menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Informan kunci dalam penelitian ini yaitu; Pendiri/Pengurus Gerakan Pendekar Siaga, Masyarat, dan Pengamat Gerakan Pendekar Siaga. Data yang didapatkan juga diperoleh saat berkunjung ke kantor pengurus Gerakan Pendekar Siaga. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi partisipan, dokumen, dan internet. Keberhasilan dari penelitian ini Setidaknya ada 5 (lima) aspek penting yang dilakukan aktualisasi pada gerakan Pendekar Siaga. Pertama, Nilai Ketuhanan, dalam kehidupan masyarakat Indonesia sebagaimana yang diajarkan oleh agama dan leluhur para pendekar. Kedua, Nilai Kemanusiaan, menjunjung tinggi adab sebagai bentuk menghargai sesama manusia, memegang teguh prinsip untuk saling menghargai, membantu sesama manusia, terlebih dalam lingkup dimana ia hidup dan berkembang. Ketiga, Nilai Persatuan dengan kesepakatan bersama dari berbagai aspek latar belakang yang berbeda dan memiliki satu tujuan sama, dengan persatuan. Keempat, Nilai Permusyawaratan, menjadi salah satu aspek penting demi menjaga kebersamaan dalam membangun cita bangsa dalam wadah kebersamaan. Kelima, Nilai Keadilan Sosial, menjadi tujuan akhir bersama, segala bentuk kepastian dan keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sedangkan Implikasi Aktualisasi Nilai Pancasila Terhadap Ketahanan Ideologi Pemuda antara lain: ber-Ketuhanan yang ber-Kemanusiaan yang ber-Persatuan yang ber-Kerakyatan dan yang ber-Keadilan. Dengan konsepsi di atas maka Pancasila sebagai ideologi berarti bahwa Pancasila merupakan keseluruhan gagasan, pandangan, cita-cita, keyakinan, dan nilai bangsa Indonesia yang secara normatif diwujudkan dalam kehdupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara dilingkungan Desa Guwoterus.
The Based on the results of research and analysis conducted by the Swordsman Movement was formed on the basis of unrest against the turmoil and instability of the village youth who often conflicted about the many problems, ranging from the problem of existence among young people, especially warriors, economic inequality that caused social jealousy, and began to fade the spirit once again holds values, norms and ethics as warriors whose values are in accordance with the ideals of Pancasila. The Research using descriptive qualitative research. The key informants in this study are; Founder / Management of Alert, Mass Movement Movement, and Observer of Alert Swordsman Movement. The data obtained was also obtained during a visit to the management office of the Pendekar Siaga Movement. Data collection techniques using interviews, participant observation, documentation, and the internet. The success of this research There are at least 5 (five) important aspects of the actualization of the Pendekar Siaga movement. First, the Divine Value, in the life of Indonesian society as taught by the religion and ancestors of the warriors. Second, the Value of Humanity, upholds adab as a form of respect for fellow human beings, upholds the principle of mutual respect, helps fellow human beings, especially in the scope in which they live and develop. Third, the value of Unity with mutual agreement from various aspects of different backgrounds and has one goal in common, with unity. Fourth, the Consultative Value, becomes one of the important aspects in order to maintain togetherness in building the nation's ideals in the place of togetherness. Fifth, the Value of Social Justice, becomes the ultimate goal, all forms of certainty and justice for all Indonesian people. While the Implications of Actualization of Pancasila Values for the Resilience of Youth Idiology include: Humanitarian deity with Humanity which is Popular and Justice. With the above conception, Pancasila as an ideology means that Pancasila is the whole ideas, views, ideals, beliefs, and values of the Indonesian nation which are normatively manifested in the life of the nation and state society in the village of Guwoterus.
Kata Kunci : Gerakan Pendekar Siaga, Actualization of Pancasila Values, Idiology Resilience