EVALUASI PERILAKU PENDAMPING AKREDITASI KLINIK PRATAMA PASCA PELATIHAN
ARUM WIRATRI, Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc., MPH., Ph.D; DR. Dr. Dwi Handono S, M.Kes
2020 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang: Melalui Permenkes Nomor 46 Tahun 2015 tentang akreditasi FKTP merupakan strategi untuk mencapai mutu layanan dan keselamatan pasien di FKTP. Jumlah klinik di Indonesia 6.543 yang sudah terakreditasi 58 sedangkan puskesmas sudah mencapai 7.576 dari 9.825. Hal ini memperlihatkan sebuah ketimpangan sangat nyata. Pemerintah melalui Badan PPSDM Kesehatan Kementrian Kesehatan telah membuat kurikulum dan melaksanakan pelatihan pendamping akreditasi klinik pratama. Tujuan: Untuk mengevaluasi perubahan perilaku peserta pelatihan pendamping akreditasi klinik pratama setelah mengikuti pelatihan pendamping akreditasi klinik pratama menggunakan model evaluasi Kirkpatrick behavior level. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian mix methods sequential explanatory, yaitu suatu langkah penelitian dengan menggabungkan dua bentuk pendekatan dalam penelitian, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Populasi sejumlah 86 peserta pelatihan, perwakilan tim pokja akreditasi klinik pratama, perwakilan Dinas Kesehatan dan Ketua orgainsasi profesi atau asosiasi klinik. Hasil dan Pembahasan :63.3%peserta pelatihan telah menjadi pendamping, dengan kompetensi sesuai dengan kurikulum pelatihan. Dukungan dari Dinas Kesehatan dan organisasi, motivasi menjadi pendamping adalah untuk menjadi pendamping kliniknya, pendamping pada organisasi dan konsultan dibidang peningkatan mutu dan keselamatan pasien di FKTP. Materi pelatihan yang penting adalah mutu dan keselamatan pasien di FKTP, standar dan instrument akreditasi, penilaian akreditasi, penyusunan dokumen dan teknik pendampingan. Kesimpulan dan Saran: Peserta sudah mengimplementasikan hasil pelatihan, dukungan regulasi sudah ada dan harus ditelaah kembali terkait peran dan tugas pendamping akreditasi klinik, motivasi pendamping lebih baik dikuatkan pada klinik itu sendiri sehingga mampu mendukung sistem manajemen mutu dan keselamatan pasien di FKTP. Materi pelatihan sudah sesuai dengan kebutuhan sebagai pendamping tetapi perlu dilakukan pengembagan mentode dan media pembelajaran.
Background: Through Permenkes Number 46 of 2015 concerning FKTP accreditation is a strategy to achieve quality of service and patient safety in FKTP. The number of clinics in Indonesia is 6,543 accredited 58 while puskesmas have reached 7,576 out of 9,825. This shows a very real inequality. The Government through the Ministry of Health PPSDM Ministry of Health has created a curriculum and carried out coaching accreditation training for pratama clinics. Objective: To evaluate the change in behavior of participants of the Pratama Clinic Accreditation Accompany after participating in the Pratama Clinic Accreditation Companion Training using the Kirkpatrick behavior level evaluation model Method: his research is a sequential explanatory mix methods research, which is a research step by combining two approaches in research, namely qualitative and quantitative. The population was 86 trainees, representatives of the Pratama Clinic Accreditation Working Group, representatives of the Health Office and Chair of professional organizations or clinical associations Results and Discussion: 63.3% of trainees have become companions, with competencies in accordance with the training curriculum. Support from the Health Service and organizations, the motivation to become a companion is to be a clinical companion, a companion to the organization and a consultant in the field of improving the quality and patient safety at FKTP Important training materials are quality and patient safety in FKTP, accreditation standards and instruments, accreditation assessment, document preparation and technical assistance. Conclusions and Recommendations: Participants have already implemented the results of the training, regulatory support already exists and must be reviewed in relation to the roles and tasks of clinical accreditation assistants, companion motivation is better strengthened at the clinic itself so that it can support the quality management system and patient safety at FKTP. The training material is in accordance with the needs as a companion but it is necessary to develop methods and learning media
Kata Kunci : Akreditasi Klinik Pratama, Kirkpatricks, Pelatihan, Pendamping, Primary Clinic Accreditation, Kirkpatricks, Training, Companion