RISIKO ORANG TUA MEROKOK TERHADAP PREVALENSI STUNTING PADA BALITA DI INDONESIA
VITRIYANI TRI P., Amirullah Setya Hardi, S.E., Cand.Oecon., Ph.D.
2020 | Tesis | MAGISTER SAINS ILMU EKONOMITren prevalensi stunting di Indonesia berada jauh di atas angka rata-rata global. Salah satu upaya penurunan angka stunting dapat dilakukan melalui penanganan faktor-faktor penyebab stunting. Perilaku merokok orang tua dipandang sebagai faktor yang dapat meningkatkan risiko anak mengalami stunting dikarenakan adanya pengalihan alokasi belanja rumah tangga. Penelitian ini memiliki dua tujuan yaitu menganalisis pengaruh orang tua merokok terhadap prevalensi stunting dengan menggunakan metode Ordered Logistic dan melihat dampak dari riwayat stunting ketika balita terhadap kognitif anak dengan menggunakan metode Instrumental Variable untuk mengatasi isu endogenitas. Data yang digunakan berasal dari Indonesia Family Life Survey (IFLS) tahun 2007 dan 2014 dengan 1.750 observasi. Hasil yang pertama menunjukkan bahwa kebiasaan orang tua merokok tidak signifikan memengaruhi prevalensi stunting pada anak. Variabel lain yang memengaruhi stunting pada anak adalah usia anak, status berat badan ketika lahir, sanitasi, pola makan, tinggi badan ibu, tinggi badan ayah, daerah tempat tinggal, pengeluaran per kapita bulanan dan juga pendidikan ibu. Selain itu, analisis lebih lanjut menemukan bahwa kebiasaan orang tua merokok secara signifikan menurunkan skor Z pada height-for-age (HAZ). Hasil yang kedua menunjukkan bahwa riwayat stunting ketika balita tidak signifikan berpengaruh terhadap kemampuan kognitifnya. Beberapa variabel seperti riwayat pendidikan usia dini, usia anak, akses internet dan pendidikan ibu ditemukan secara signifikan dapat meningkatkan kognitif anak.
The prevalence of stunting in Indonesia is above the global average. The effort to decreasing the number of stunting can be done by handling the factors that cause stunting. Parental smoking behavior is seen as a factor that can increase the risk of a child stunting due to a shift in household expenditure allocations. This study has two objectives, analyzing the effect of parental smoking on the prevalence of stunting using the Ordered Logistic method and analyzing the impact of a history of stunting on children's cognitive by using the Instrumental Variable method to overcome the issue of endogeneity. The data from the Indonesia Family Life Survey (IFLS) in 2007 and 2014 with 1.750 observations. The first results indicate that parental smoking was not significant to affect the prevalence of stunting in children. Variables that influence stunting in children are the age of the child, birth weight, sanitation, dietary intake, mother's height, father's height, area, monthly per capita expenditure, and also mother's education. In addition, further analysis found that parental smoking significantly decreased Z scores for height-for-age (HAZ). The second result shows that the history of stunting has no effect on cognitive abilities. Variables such as early childhood education, age of the child, internet access, and maternal education were found to significantly improve children's cognitive.
Kata Kunci : merokok, stunting, height-for-age, kognitif