KONDISI HIGIENE PRAKTIK SAFETY DAN PENYAKIT TERKAIT PADA PEDAGANG IKAN BASAH DI PASAR MASOMBA KOTA PALU
INDAH MARYAMA, Dr. dr. Rustamaji.,M.Kes
2020 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar belakang: Pedagang ikan basah merupakan salah satu pekerjaan yang mempunyai risiko untuk terkena penyakit kulit akibat kerja. Pengamatan yang dilakukan di Pasar Masomba khususnya tempat berdagang ikan basah masih belum memenuhi standar nasional indonesia (SNI) Pasar Rakyat, masih ada beberapa hal yang harus diperbarui dan ditambahkan yang berkaitan dengan kebersihan dan kesehatan. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi higiene, praktik safety dan penyakit terkait pada pedagang ikan basah di Pasar Masomba Palu. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus (Case study). Jenis studi kasus yang dilakukan adalah Penelitian studi kasus intrumental (instrumental case study) adalah penelitian studi kasus yang dilakukan dengan meneliti kasus untuk memberikan pemahaman mendalam atau menjelaskan kembali suatu proses generalisasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pedagang ikan basah yang di Pasar Masomba, yaitu sebanyak 23 orang. Subjek sebagai sampel diambil secara total populasi. Hasil Penelitian: kondisi higiene pedagang ikan basah masih sangat kurang baik personal higiene, lingkungan yang kurang bersih namun bahan dagangan selalu dibersihkan. Praktik safety juga masih menjadi masalah karena sebagian besar responden tidak menggunakan alat pelindung diri yaitu sarung tangan, celemek dan sepatu bot. Hasil penilaian gangguan kulit berdasarkan dokumentasi didapatkan responden mengalami gangguan kulit yang diduga mengalami gangguan kulit tinea manus dan tinea pedis sebanyak 10 responden, yang mengalami dermatitis kontak sebanyak 6 responden, onikomikosis sebanyak 2 responden dan yang tidak mengalami gangguan kulit sebanyak 5 responden. Kesimpulan: Sebagian besar pedagang ikan basah masih sangat kurang dalam hal kondisi higiene, praktif safety dan sebagian mengalami gangguan kulit akibat bekerja.
Background: Fishmonger is one of the occupations which has the risk of dermatitis. Observation in a trading location of fresh fish which is made at Masomba Traditional Market, in the city of Palu still does not meet the National Standards of Indonesia (SNI) for Traditional Market. There are several things that must be improved and also increased in hygiene and health. Research Objective: This study aims to determine the condition of hygiene, safety applying and related diseases for the fishmonger in the Traditional Market. Method: This research is a type of descriptive research with a case study approach. The conducted case study is a research of instrumental case study by doing an investigation to provide deep understanding or re-explain a process of generalization. The population in this study is 23 fishmongers at Masomba Traditional Market. Subjects as samples are taken in the total population. Research Results: The personal hygiene of fishmonger and the trading area are still poor, whereas the fish is always cleaned. Safety practices are also still a problem due to the fact that most respondents do not use personal protective equipment such as gloves, aprons and boots. The results of dermatitis assessment based on documentation are found that the respondents experienced dermatitis which 10 respondents are suspected having tinea manus and tinea pedis, 6 respondents experienced contacted dermatitis, 2 respondents experienced onychomycosis and 5 respondents did not have skin problems. Conclusion: Most fishmongers do not care of hygiene conditions, safety practices and some of them experienced dermatitis due to work
Kata Kunci : Higiene, safety, Pedagang ikan basah, Hygiene, safety, dermatitis, fresh fish