Laporkan Masalah

Kiai Dan Politik Elektoral (Studi Kasus: Peran Kiai Yusuf Chudlori Dalam Pemenangan Kandidat Jokowi-Maruf Pada Pilpres 2019 Di Kecamatan Tegalrejo)

RIZKY AMALIA AZIZ, Longgina Novadona Bayo, S.I.P, M.A.

2020 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Tulisan ini berargumen bahwa, dalam politik elektoral, seorang kiai adalah konsolidator yang bergerak di level elit dan mobilisator yang bergerak di level akar rumput. Kiai sebagai konsolidator berperan membangun kekuatan jaringan kiai dan pesantren karena pada umumnya kiai tidak bekerja sendiri dalam memenangkan kandidat yang ia dukung. Jaringan tersebut berfungsi menjangkau massa secara luas karena para kiai memiliki jamaahnya masing-masing. Kiai berperan efektif sebagai mobilisator karena kepatuhan jamaah padanya dan penggunaan landasan teologis untuk menggerakkan masyarakat. Studi kasus ini mengelaborasikan peran Kiai Yusuf Chudlori sebagai konsolidator jaringan kiai dan mobilisator suara pemilih dalam pemenangan kandidat pilpres 2019 yaitu Jokowi-Maruf di Kecamatan Tegalrejo. Permasalahan ini menjadi penting karena berkaitan dengan klaim dari kalangan kiai NU maupun pihak PKB bahwa melalui merekalah Jokowi dapat mendongkrak suaranya dibandingkan pilpres 2014. Metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan untuk mengkaji permasalahan ini. Data kualitatif dikumpulkan dengan metode wawancara mendalam, observasi partisipatoris, dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian direduksi atau digolongkan sesuai dengan tema penelitian dan disajikan dalam bentuk narasi, tabel, dan gambar. Penulis kemudian menarik simpulan berdasarkan hasil analisis data. Temuan penelitian ini adalah: 1) Gus Yusuf berperan mengkonsolidasikan jaringan kiai dan pesantren yang berada di bawah pengaruhnya; 2) Gus Yusuf berperan besar dalam menggerakkan massa untuk memilih kandidat Jokowi-Maruf karena banyaknya pengajian sebagai sarana mobilisasi dan kuatnya pengaruh Gus Yusuf dalam kehidupan masyarakat. Penulis menyimpulkan bahwa Kiai Yusuf Chudlori merupakan pemeran utama konsolidator jaringan kiai dan mobilisator suara jamaah NU dalam pemenangan kandidat Jokowi-Maruf di Tegalrejo.

This paper argues that, in electoral politics, a kiai is a consolidator who moves at the elite level and a mobilizer who moves at the grassroots level. The kiai as a consolidator built the strength of the kiai and pesantren networks because in general, kiai does not work alone in winning the candidates he supports. The network functions to reach the masses broadly because the kiai have their own jamaah (respective congregations). The kiai plays an effective role as mobilizer because of the congregants adherence to him and the use of theological base to move the community. This case study elaborates on the role of Kiai Yusuf Chudlori as a kiai network consolidator and voter mobilizer in winning the 2019 presidential election candidates, Jokowi-Maruf in Tegalrejo District. This issue is important because it relates to claims from the NU kiai and PKB that trough them Jokowi can boost his vote result compared to the 2014 presidential election. A qualitative method with a case study approach is used to examine this problem. Qualitative data were collected by in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The data collected is then reduced or classified according to the research theme and presented in the form of narratives, tables, and images. The author then draws conclusions based on the results of data analysis. The findings of this study are: 1) Gus Yusuf consolidated the network of kiai and pesantren which is under his influence; 2) Gus Yusuf played a major role in mobilizing the masses to elect Jokowi-Maruf candidate because of the many pengajians (religious proselytizing) as a medium of mobilization and the strong influence of Gus Yusuf on people lives. The author concludes that Kiai Yusuf Chudlori is the main actor in consolidation of the kiai network and the vote mobilizer of NU congregants in winning the Jokowi-Maruf candidate in Teglarejo.

Kata Kunci : Peran kiai, politik elektoral, konsolidator, mobilisator.

  1. S1-2020-364934-abstract.pdf  
  2. S1-2020-364934-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-364934-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-364934-title.pdf