BUSINESS MODEL OF SAFINA: SHARIA ECONOMIC LEARNING CENTRE FOR ACEHNESE
MUHAMMAD IRFAN, Rika Fatimah, P.L., M.Sc., Ph.D.
2020 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)Aceh mengadopsi Hukum Islam di beberapa sub-sektor dalam mengimplementasikan peraturan pemerintah dan transaksi muamalah. Banyak faktor dan intervensi yang memicu antusiasme masyarakat Aceh untuk mempertahankan nilai-nilai Hukum Islam atau Syariah. Qanun merupakan produk yang merupakan peraturan perundang-undangan yang mengatur administrasi pemerintahan dan kehidupan masyarakat di Provinsi Aceh, yang berisi aturan dan kebijakan untuk menerapkan aturan syariah, termasuk di dalamnya Ekonomi Syariah. Tujuan keseluruhan ekonomi syariah, yang merupakan salah satu mandat Qanun dimana ekonomi syariah menjadi bagian dari Qanun, adalah untuk dimanifestasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud keadilan. Penulis telah merumuskan rencana bisnis Safina sebagai Pusat Pembelajaran Syariah untuk memperkuat pemahaman masyarakat Aceh terhadap implementasi dan implementasi Qanun di sektor Ekonomi Syariah. Pengembangan Safina menggunakan metode Service Blueprint yang dapat memvisualisasikan Customer Journey di setiap tahap dan memetakan kebutuhan yang mungkin muncul dalam setiap proses bisnis. Selanjutnya, untuk merencanakan jenis-jenis model bisnis, juga diperlukan teknik formulasi model bisnis menggunakan Business Model Canvas. Business Model Canvas akan memberikan pemahaman mendalam terkait dengan model bisnis dan memberikan barang atau jasa yang bain kepada pelanggan. Penulis percaya bahwa menggabungkan Service Blueprint dengan Business Model Canvas untuk Safina sebagai Pusat Pembelajaran Ekonomi Syariah dianggap sangat tepat. Dalam perjalanannya, Safina harus menerapkan prinsip-prinsip ekonomi Syariah berdasarkan Al-Quran, Hadits, dan diikuti oleh Qanun untuk merumuskan rencana aksi dengan tujuan untuk memberikan pemahaman yang berguna dan mendalam tentang penerapan ekonomi Syariah dalam setiap transaksi bagi masyarakat Aceh.
Aceh adopts the Islamic Law in several sub-sectors in implementing its government regulations and muamalah transactions. Many factors and interventions trigger Acehnese's enthusiasm for maintaining the values of Islamic Law or Sharia. Qanun is one of the products that is a statutory regulation that regulates the administration of government and people's lives in Aceh Province, which contains rules and policies to implement sharia rules, including Sharia Economics. The overall goal of sharia economic, which is one of Qanun's Mandatory of which Sharia finance is a part of, is to realize the goals of Islamic law, which should manifest in the economy as enabling growth and justice. The author has formulated a business plan to establish Safina as a Sharia Learning Center to strengthen the understanding of the Acehnese people towards the implementation and implementation of Qanun in the Sharia Economy sector. Setting Safina uses the application of Service Blueprint that can visualize Customer Journey at each stage. The services of the customer's journey will provide visualization and be able to map the needs that may arise in each business process. Furthermore, to plan the types of business models, it also requires business model formulation techniques using the Business Model Canvas. The Business Model Canvas will provide an in-depth understanding related to the business model as an organizational blueprint technique will display valuable goods or services to customers. The author believes that combining Service Blueprinting Analysis with Business Model Canvas for Safina as a Sharia Economic Learning Center is considered appropriate. In its journey, Safina must apply the principles of Sharia economics under the Quran, Hadith, and follow by Qanun to formulate an action plan as its aim to provide a useful and deep understanding of the application of Sharia economics in every transaction for the Acehnese people.
Kata Kunci : business plan, service blueprint, business model canvas, sharia economics, qanun, aceh, learning center, entrepreneur