Laporkan Masalah

Hubungan antara tingkat pencahayaan dan posisi kerja dengan ketajaman penglihatan pengrajin perak di Kotagede Jogjakarta

HIDAYAT, Nurrahman, dr. Hartono, Sp.M.(K)

2002 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Kerja

Industri kecil merupakan salah satu sektor yang mempunyai potensi sangat besar dalam pembangunan nasional karena kemampuannya dalam menyerap tenaga kerja sangat besar dan tersebar has sampai pelosok pedesaan, namun masalah ketenagakerjaan berupa kondisi lingkungan kerja, ken yamanan bekerja, dan kesehatan pekerja belum mendapat perhatian dari pengusaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pencahayaan yang diterima oleh pengrajin perak. Selain itu juga untuk mengetahui hubungan antara tingkat pencahayaan dan posisi kerja dengan ketajaman penglihatan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Lokasi penelitian di pusat industri kerajinan perak Kotagede, Yogyakarta. Subyek penelitian adalah 80 pengrajin yang mengukir, merangkai, dan memberi nilai seni dengan menggunakan tangan. Variabel terikatnya ketajaman penglihatan diukur dengan menggunakan Opfotype Snellen untuk penglihatan jauh dan Optotype Jaeger untuk penglihatan dekat. Variabel bebasnya tingkat pencahayaan diukur dengan luxmeter, dan posisi kerja diukur dengan meteran gulung. Analisis statistik data menggunakan analisis deskriptif dan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pencahayaan yang diterima oleh pengrajin perak belum memenuhi syarat tingkat pencahayaan minimal di tempat kerja (rerata = 88,84 lux). Tidak ada hubungan antara tingkat pencahayaan dan posisi kerja dengan ketajaman penglihatan (r = -0,067 dan r = 0,070 pada p = 0,553 dan 0,535). Diduga adanya kecenderungan terjadi miopia tingkat yang rendah pada pengrajin yang bekerja di tempat yang tingkat pencahayaan di bawah standar tingkat pencahayaan minimal di tempat kerja.

Home industry is one of the sectors which have a great potensial in national development because of it‘s capability to absorb a big number man powers and it has spreaded to rural areas. However, the man power problems such as work environment condition, work comfort, and worker health has not got sufficient attention from the employe’r. This study is aimed to know the level of illumination in silversmith. Beside that, this study want to know the relationship between the level of illumination and work position with visual acuity. This study is an observational using a cross sectional design. The location of this study is in the central industry of silver handicraft, Kotagede, Jogjakarta. The subject of the study consits of 80 silversmiths who make silver handicraft by hand. The independent variable is visual acuity measured by Optotype Snellen for distance vision and Jaeger for near vision, where as the dependent variable is the level illumination measured by luxmeter, and work position measured by roll meter. Descriptive and correlations analysis are used this study. The result of study indicated that the level of illumination in silversmiths was under minimal standard the level of illumination on work environment (mean = 88,84 lux). There is no significant relationship between the level of illumination and work position with visual acuity (r = -0,067 and r = 0,070 at p = 0,553 and 0,535). There was a tendency of occuring a low degree of myopia on the smiths who work at places which has below standard of the illumination level at work places.

Kata Kunci : Kesehatan Kerja,Penglihatan,Pencahayaan dan Posisi Kerja


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.