Laporkan Masalah

Determinan dan Struktur Modal Studi Pada Perusahaan Manufaktur (Sebelum dan Sesudah Krisis Finansial Global 2008)

DANNY INDRA SETYAWAN, Hermeindito, Dr., SE., MM.,

2020 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)

Krisis keuangan global pada tahun 2008 berawal dari krisis lembaga keuangan di Amerika Serikat yang dikenal dengan sebutan subprime mortgage. Kemudian berdampak pada ekonomi riil dan menjadi resesi global. Indonesia sendiri termasuk salah satu negara yang terdampak. Berbagai sektor industri terkena dampak dari krisis yang terjadi. Salah satunya adalah sektor manufaktur. Keputusan terkait permodalan merupakan salah satu faktor yang menentukan seberapa baik perusahaan sebagai organisasi bisnis dan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya. Dengan struktur modal yang baik dapat dijadikan keunggulan kompetitif perusahaan dalam menghadapi kondisi krisis yang tengah terjadi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis sejumlah faktor fundamental yang berpengaruh terhadap struktur modal perusahaan serta membandingkan apakah terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah krisis finansial pada tahun 2008. Faktor fundamental tersebut terdiri dari profitabilitas, tangibilitas, dan likuiditas yang dijadikan sebagi variabel independen penelitian ini. Sementara faktor lain yang terdiri dari firm size, sales growth, dan operating leverage dijadikan sebagai variabel kontrol. Adapun struktur modal menjadi variabel dependen. Penelitian ini juga menggunakan krisis sebagai variabel dummy untuk menguji ada tidaknya pengaruh krisis terhadap struktur modal perushaaan. 87 Perusahaan manufaktur yang terbagi di subsektor basic and chemical industry, consumer goods indsutry, dan mscellaneous industry dijadikan sebagai sampel penelitian. Perusahaan-perusahaan tersebut adalah perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Periode waktu penelitian adalah tahun 2003-2007 untuk periode sebelum krisis dan tahun 2008-2012 untuk periode setelah krisis. Penelitian menggunakan panel data dan komputerisasi menggunakan software EViews versi 9. Hasil penelitian membuktikan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap struktur modal pada periode sebelum krisis, tetapi jadi tidak berpengaruh saat sesudah krisis. Tangibilitas terbukti tidak berpengaruh pada struktur modal saat periode sebelum krisis, tetapi menjadi berpengaruh positif saat sesudah krisis. Likuiditas berpengaruh negatif pada struktur modal saat periode sebelum krisis dan sesudah krisis. Selain itu struktur modal menunjukkan sensitif terhadap krisis dimana leverage perusahaan menjadi lebih kecil pada periode sesudah krisis.

The global financial crisis in 2008 originated from the crisis of financial institutions in the United States known as subprime mortgages. Then this event had an impact on the real economy and became a global recession. Indonesia itself is one of the countries affected. Various industrial sectors were affected by the crisis. One of them is the manufacturing sector. Decisions related to capital are one of the factors that determine how well a company as a business organization and in carrying out its operations. With a good capital structure, it can be used as a competitive advantage for companies in facing the crisis which can happen at any time. This study was conducted to analyze a number of fundamental factors that affect the company's capital structure and compare whether there are differences between before and after the financial crisis in 2008. These fundamental factors consist of profitability, tangibility, and liquidity which are used as independent variables of this study. While other factors consisting of firm size, sales growth, and operating leverage are used as control variables. The capital structure becomes the dependent variable. This study also uses crisis as a dummy variable to test whether there is a influence of the crisis on the company's capital structure. 87 manufacturing companies which are divided into the basic and chemical industry, consumer goods industry, and miscellaneous industry are used as research samples. These companies are companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The time period of the study was 2003-2007 for the pre-crisis period and 2008-2012 for the post-crisis period. Research using panel data and computerization using Eviews. The results of the study prove that profitability has a negative effect on capital structure in the pre-crisis period, but has no effect after the crisis. Tangibility is proven to have no effect on capital structure during the pre-crisis period, but has a positive effect after the crisis. Liquidity has a negative effect on capital structure during the pre-crisis and post-crisis periods. The capital structure shows that it is sensitive to crises where the company's leverage becomes smaller in the post-crisis period.

Kata Kunci : Struktur modal, profitabilitas, tangibilitas, likuiditas, firm size, sales growth, operating leverage, krisis

  1. S2-2020-436924-abstract.pdf  
  2. S2-2020-436924-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-436924-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-436924-title.pdf