Laporkan Masalah

Preman dan Jaringan Bisnis Keamanan di Kota Yogyakarta 1980-an - 2000-an

TITA MEYDHALIFAH, Julianto Ibrahim, M. Hum

2020 | Skripsi | S1 SEJARAH

Penelitian ini membahas tentang perkembangan bisnis keamanan yang dikelola preman di Kota Yogyakarta pada 1980-an – 2000-an. Permintaan terhadap jasa keamanan yang dikelola preman mulai meningkat sejak ruang-ruang komersial di Yogyakarta berkembang dan menjadi sasaran dari tindak kriminalitas. Kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan kelompok preman dalam urusan keamanan semakin menguat ketika terjadi perekrutan preman ke dalam satuan tugas (satgas) keamanan dari partai politik. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang menggunakan sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer yang digunakan meliputi hasil wawancara, majalah, surat kabar sezaman, dan foto. Sumber sekunder yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya jurnal, artikel, buku, video, dan data statistik mengenai angka kriminalitas di Yogyakarta. Berdasarkan sumber data yang didapatkan dan analisis yang telah dilakukan, maka didapatkan kesimpulan bahwa relasi antara preman dengan penguasa dan pengusaha memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan bisnis keamanan. Hal ini dapat terjadi karena penguasa telah mengintegrasikan preman ke dalam “institusi” yang membuat kelompok preman tersebut mampu meningkatkan reputasi dan kemampuannya dalam urusan keamanan, serta memperluas wilayah kekuasaan. Relasi antara kelompok preman dengan pengusaha turut menjadi faktor penting dalam berkembangnya bisnis keamanan karena terdapat permintaan terhadap preman untuk mengamankan tempat-tempat usaha. Kedua faktor tersebut mendorong bisnis keamanan yang dikelola preman dapat berkembang di Kota Yogyakarta dalam periode 1980-an hingga 2000-an.

This study discusses the development of security business managed by preman (thugs) in Yogyakarta in the 1980s - 2000s. Demand for security services managed by preman began to increase since commercial spaces in Yogyakarta developed and became targets of crime. Public trust in the ability of preman in security matters is strengthened when recruitment of preman into the security task force of political parties occurs. This study uses the historical research method which utilizes primary and secondary sources. Primary sources used in this study include interviews, magazines, contemporary newspapers, and photographs, whereas secondary sources include journals, articles, books, videos, and statistical data regarding crime rates in Yogyakarta. Based on the data sources obtained and the analysis conducted, the conclusion is that the relationship between preman and the authorities and entrepreneurs has a major influence on the development of security business. This can happen because the authorities have integrated the preman into the "institutions" that enables the preman to increase their reputation and ability in security matters, as well as expand their territory. The relationship between preman and entrepreneurs is also an important factor in the development of security business because there is a demand for preman to secure business places. These two factors encourage security businesses managed by preman to develop in the city of Yogyakarta in the 1980s to 2000s.

Kata Kunci : Preman, Bisnis Keamanan, Kota Yogyakarta, Orde Baru

  1. S1-2020-399581-abstract.pdf  
  2. S1-2020-399581-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-399581-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-399581-title.pdf