Laporkan Masalah

DERAJAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA

PAULINUS NAIFATIN, Dr. Phil. Gabriel Lele, M.Si

2020 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK

Penelitian ini bertujuan menganalisis derajat partisipasi masyarakat pada Desa Haulasi dan Desa Seo dalam pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dengan melihat apa saja yang menjadi faktor penentunya. PTSL merupakan program percepatan pendaftaran tanah secara sistematis di Indonesia sebagai bagian dari 9 agenda prioritas Nawacita pemerintahan Jokowi yaitu mendorong Land reform dan program kepemilikan tanah sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2015-2019. PTSL bertujuan untuk menggerakkan setiap warga negara memiliki tanah dan memperoleh jaminan kepastian hukum atas hak kepemilikan tanahnya sebagai jaminan tempat menetap dan memperoleh sumber penghidupan secara layak. Atas dasar inilah maka pemerintah mengalokasi dana untuk pelaksanaan PTSL. Tujuan ini juga ditegaskan dalam Peraturan Menteri ATR/Ka.BPN RI Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Pendekatan yang digunakan untuk menjawab pertanyaan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan studi kasus serta metode campuran kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen berupa observasi, wawancara, dokumentasi dan kuesioner. Penelitian ini lebih menekankan kepada penelitian kualitatif sedangkan pendekatan kuantitatif dilakukan untuk mendukung data yang diperoleh dengan melihat derajat partisipasi masyarakat. Derajat partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan PTSL diukur berdasarkan teori yang dikembangkan oleh David Wilcox yakni informasi, konsultasi, pembuatan keputusan bersama, bekerja bersama, dan mendukung aktifitas bersama. Hasil penelitian ini ialah menemukan bahwa terdapat perbedaan terkait derajat partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan PTSL pada Desa Haulasi dan Desa Seo. Hasil yang ditemukan menunjukkan bahwa derajat partisipasi masyarakat pada Desa Haulasi lebih tinggi jika dibandingkan dengan Desa Seo. Adapun faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya derajat partisipasi masyarakat pada kedua desa diantaranya adalah perbedaan respon masyarakat dalam tahapan pelaksanaan PTSL dan koordinasi serta kerja sama pemerintah desa dengan stakeholder terkait dalam penyelengaraan program PTSL. Oleh karena itu, pengembangan kapasitas masyarakat perlu dilakukan agar masyarakat semakin responsif dalam mensertifkatkan tanahnya dan pemerintah desa perlu membangun koordinasi dan kerja sama dalam mendukung program PTSL.

This research aims to analyze the degree of citizen participation in Haulasi Village and Seo Village in implementing the Systematic Complete Land Registration (PTSL) by looking at what are the determining factors. PTSL is a program of systematic land registration acceleration in Indonesia as part of the 9th priorities agenda of Jokowi administration Nawacita that is encouraging Land reform and land ownership programs as stated in 2015-2019 RPJMN. PTSL aims to mobilize every citizen to have land and obtain legal certainty of their land ownership rights as a guarantee of a place to live and obtain a decent source of living. On this basis the government allocated funds for the implementation of PTSL. This is objective and also empahasized in Ministerial Regulation ATR/Ka.BPN RI Number 6th of 2018 concerning Complete Systematic Land Registration (PTSL). The approach that used to answer the questions in this research is to use a case study approach and a mixture of qualitative and quantitative methods. Data collections was carried out using instruments in the form of observation, interviews, documentations and questionnaires. This research emphasizes qualitative research while quantitative approach are carried out to support data obtained by looking at the degree of citizen participation. The degree participation of citezen participation in implementing PTSL is measured based on the theory developed by David Wilcox namely information, consultation, joint decision making, working together, and supporting joint activities. The results of this study found that there are differences regarding the degree of citezen participation in implementing of PTSL in Haulasi Village and Seo Village. The Results is showed that the degree of citezen participation of Haulasi Village is higher when compared to Seo Village. There have factors that influenced the degree of higher and lower citezen participation between the two villages are the differences of citezen respons in the stages of PTSL implementation and coordination and cooperation between the village government and related stakeholders in the implementation of the PTSL program. Therefore, citezen capacity building needs to be done so that the citezen becomes more responsive in certifying their land and the village government needs to build coordinations and cooperation in supporting the PTSL program.

Kata Kunci : Partisipasi, Pelaksanaan PTSL, Respon Masyarakat

  1. S2-2020-422383-abstract.pdf  
  2. S2-2020-422383-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-422383-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-422383-title.pdf