ANALISIS GAMBARAN FISIOLOGI ANJING YANG DIBUAT PENDARAHAN 10 PERSEN, 20 PERSEN, DAN 30 PERSEN
BERTI METASARI, drh. Setyo Budhi, MP.
2020 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANPendarahan dapat menimbulkan perubahan terhadap kondisi fisiologis hewan. Perubahan tersebut menjadi berbahaya bila tidak ditangani dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran fisiologis dan gejala klinis anjing yang mengalami pendarahan 10%, 20%, dan 30% agar dapat dijadikan pertimbangan untuk melakukan penanganan. Penelitian ini menggunaan enam ekor anjing betina yang dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok I dibuat pendarahan 10%, kelompok II dibuat pendarahan 20%, dan kelompok III dibuat pendarahan 30%. Anjing-anjing tersebut dianestesi dan dibuat pendarahan sesuai dengan kelompok yang telah ditentukan untuk diamati kondisi fisiologisnya saat mengalami pendarahan menggunakan alat NT3 Surgery Monitor. Pengamatan dilakukan terhadap suhu, frekuensi pulsus, frekuensi nafas, dan saturasi oksigen (spO2). Pencatatan hasil dilakukan setiap 10 menit yang dilakukan dari menit ke-0 hingga 100. Seluruh anjing yang digunakan dalam penelitian ini dibiarkan hidup dan dilakukan pemulihan kondisi tubuhnya. Data yang diperoleh diproses menggunakan metode Anova One Way dan Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaaan yang signifikan (P<0.05) rata-rata suhu, frekuensi pulsus, frekuensi nafas, dan saturasi oksigen pada anjing dengan pendarahan 10%, 20%, dan 30%. Ketiga kelompok anjing menunjukkan respons penurunan suhusecara bertahap, terhadap faktor frekuensi pulsus, frekuensi nafas, dan saturasi oksigen (spO2) menununjukkan respon yang fluktuatif. Gejala klinis yang tampak pada anjing dengan pendarahan 10% adalah mukosa berwarna merah muda, anjing dengan pendarahan 20% mukosa tampak pucat, dan anjing dengan pendarahan 30% mukosa sangat pucat dan lidah putih mengkerut.
Bleeding can cause changes to the condition of the physiological animals. These changes might be dangerous if not handled properly. This study aims to determine the physiological representation and clinical signs of dogs experiencing bleeding 10%, 20%, and 30% so that they can be considered for treatment. This study used six female dogs which were divided into three groups. The first group undergo 10% bleeding, second group undergo 20% bleeding, and third group undergo 30% bleeding. The dogs were anesthezied and made bleeding according to the group to observe their physiological condition during bleeding using the NT3 Surgery Monitor. The observation conducted on the temperature, pulse frequency, breath frequency, and oxygen saturation (spO2). The dogs that used in this study were still alive and healing the condition into initial conditions. Result were recorded every 10 minutes which done from minute 0 to 100. The obtained data was processed using the Anova One Way and Kruskal Wallis method. The result showed that there were significant differences (P<0.05) on average temperature, pulse frequency, breath frequency, and oxygen saturation in dogs with bleeding of 10%, 20%, and 30%. The all groups on the temperature factor show reduction slowly, on the pulse frequency, breath frequency, and oxygen saturation (spO2) show fluctuatif response. Clinical sign that showed dogs with bleeding 10% the mucous membrane were pink, the dogs with bleeding 20% the mucous membrane were pale, and the dogs with bleeding 30% the mucous membrane were very pale and the tongue were wrinkle.
Kata Kunci : Pendarahan, fisiologi (suhu, frekuensi pulsus, frekuensi nafas), saturasi oksigen (SpO2)