Laporkan Masalah

Seroprevalensi Highly Pathogenic Avian Influenza pada Sistem Peternakan Itik Mengembara di Kabupaten Purbalingga

IVANA DEWI SAFITRI, Dr. drh. Widagdo Sri Nugroho, M.P.

2020 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Avian Influenza merupakan penyakit zoonosis pada unggas yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae. Infeksi HPAI pada itik biasanya tidak menimbulkan gejala klinis. Sistem pemeliharaan itik mengembara adalah sistem pemeliharaan tradisional yang membawa itik berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Berpotensi dalam menyebarkan virus HPAI. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung seroprevalensi dan mengidentifikasi faktor risiko kejadian HPAI pada peternakan itik mengembara di Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Dua puluh delapan (28) peternakan dipilih sebagai sampel secara purposive dalam penelitian ini dan lima itik setiap peternakan diambil secara acak sederhana untuk mengumpulkan sampel. Diagnosis serologis dilakukan dengan uji HI. Pengujian serum dilakukan di Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates. Faktor risiko terhadap penyakit HPAI diperoleh dengan melakukan pengamatan kandang, ternak, dan wawancara langsung dengan pemilik ternak. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan pengukuran faktor risiko dihitung menggunakan Chi-Square (X2) dan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seroprevalensi HPAI pada peternakan itik mengembara di Kabupaten Purbalingga sebesar 50%. Status vaksinasi dan tindakan membersihkan alat angkut merupakan faktor risiko yang berasosiasi terhadap kejadian HPAI pada sistem peternakan itik mengembara. Potensi sumber penularan berasal dari Kecamatan Bukateja dan Kecamatan Rembang.

Avian Influenza is an zoonotic disease in poultry caused by the Orthomyxoviridae virus. Infection HPAI in duck usually do not produce clinical symptoms. Nomadic duck farming system is traditional farming system which bring ducks move from one location to others. It potentially play role to spread the HPAI virus. This study aims to calculate the seroprevalence and to identify risk factors for HPAI on nomadic duck farming system in Kabupaten Purbalingga, Central Java province. Twenty eight (28) farms were chosen as sample purposively in this study and five ducks every farm were taken by simple random sampling to collect their sera. Serological diagnosis was done by HI test. Serological testing was performed in Disease Investigation Centre (DIC) Wates. The risk factor for HPAI was obtained by observing the barn, duck, and interview with farmers. Data analysis was done descriptively and measurement of risk factors were calculated by Chi-Square (X2) and Odds Ratio (OR). The result showed that the seroprevalence of HPAI on nomadic duck farming system in Kabupaten Purbalingga was 50%. Vaccination status and clean-up of duck transportation vehicle identified as risk factors of HPAI infection of nomadic duck farming system. Potential source of transmission comes from Kecamatan Bukateja and Kecamatan Rembang.

Kata Kunci : HPAI, itik, mengembara, Purbalingga, seroprevalensi, uji HI, faktor risiko

  1. S1-2020-393879-abstract.pdf  
  2. S1-2020-393879-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-393879-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-393879-title.pdf