HUBUNGAN INTERNET GAMING DISORDER DENGAN KEJADIAN NYERI KEPALA PADA REMAJA SMP DI YOGYAKARTA
RATIH KUSUMASTUTI, dr. Subagya, Sp.S (K) .; Dr. dr. Ismail Setyopranoto, Sp.S (K).
2020 | Tesis-Spesialis | NEUROLOGILatar Belakang: Kegiatan internet gaming semakin populer dengan semakin mudahnya akses internet. Berdasarkan data yang ada, pengguna internet telah mencapai 46,4 % dari total populasi dunia. Aktivitas internet gaming tersebut dapat menyebabkan kondisi ketergantungan/kecanduan, yang disebut internet gaming disorder (IGD). Fitur penting dari IGD diantaranya partisipasi berulang dan persisten dalam game komputer dengan durasi 8 hingga 10 jam sehari dan minimal 30 jam seminggu. Dampak IGD tidak hanya pada kesehatan mental, psikis, dan sosial, tetapi juga pada kesehatan fisik. Dampak fisik yang dapat timbul diantaranya nyeri kepala. Diketahui bahwa aktivitas berbasis layar >3 jam perhari dapat memiliki risiko nyeri kepala dengan peluang 2,54 kali lebih tinggi, dengan prevalensi mencapai 87,8%. Tujuan: membuktikan adanya hubungan antara Internet Gaming Disorder dengan kejadian nyeri kepala pada remaja SMP di Yogyakarta. Metode: Studi potong lintang, cluster random sampling Hasil: Didapatkan 239 subjek remaja dengan rerata usia 13,99 +- 0,72. Sebanyak 115 subjek dengan IGD dan 124 subjek non IGD. Kejadian nyeri kepala pada kelompok IGD sebesar 20,9% sedangkan pada non IGD hanya 10,5%. Didapatkan hubungan yang signifikan antara IGD dengan kejadian nyeri kepala (p = 0,027). Tidak didapatkan hubungan yang signifikan antara IGD dengan intensitas nyeri kepala (p = 0,413) dan tipe nyeri kepala (p = 0,538). Kesimpulan: Internet gaming disorder terbukti berhubungan dengan nyeri kepala secara independen.
Introduction: Internet gaming activities are increasingly popular with easier internet access. Based on existing data, internet users have reached 46.4% of total world participation. These internet gaming activities can cause addiction, which is called internet gaming disorder (IGD). The important feature of IGD requires repeated and persistent participation in computer games with a duration of 8 to 10 hours a day and at least 30 hours a week. The impact of the IGD is not only on mental, psychological, and social health, but also on physical health. One of physical impact from IGD is headache. It is known that screen-based activities >3 hours per day can have a risk of headache with a 2.54 times higher chance, with a prevalence reaching 87.8%. Objective: to prove the relationship between Internet Gaming Disorders and the incidence of headache among junior high school students in Yogyakarta. Method: Cross-sectional study, cluster random sampling Results: There were 239 adolescent with a mean age of 13.99 +- 0.72. A total of 115 subjects with IGD and 124 non-IGD subjects. Headache incidence in the IGD group was 20.9% while in the non-IGD group it was only 10.5%. A significant relationship was found between IGD and the incidence of headache (p = 0.027). No significant relationship was found between IGD and headache intensity (p = 0.413) nor headache type (p = 0.538). Conclusion: Internet gaming disorder has been shown to be associated with headache incidence independently.
Kata Kunci : Internet gaming disorder, nyeri kepala, remaja, Yogyakarta, Internet Gaming Disorders, headache, adolescents