Profile of Electronic Cigarettes Use Among Smokers in Yogyakarta
AHMAD INTIHAN, Dr. Susi Ari Kristina, M.Kes., Apt ; Prof. Dra. RA. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., PhD
2020 | Tesis | MAGISTER ILMU FARMASIVape juga dikenal sebagai rokok elektrik yang menjadi salah satu jenis rokok tembakau yang dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakteristik sosio-demografi dan tingkat ketergantungan nikotin, untuk menyelidiki ketergantungan nikotin yang mempengaruhi profil penggunaan e-rokok, dan untuk menyelidiki sosio-demografi, kesadaran iklan vape, dan status merokok yang mempengaruhi persepsi risiko-manfaat di kalangan perokok di Yogyakarta. Menggunakan pendekatan cross-sectional dengan kuesioner yang dikelola sendiri, total responden adalah 300 perokok di Provinsi Yogyakarta dan dipilih dengan convenience sampling. Variabel yang diteliti adalah demografi, kesadaran, ketergantungan nikotin, dan persepsi risiko-manfaat dari penggunaan e-rokok. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan chi-square untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi profil penggunaan e-rokok dan persepsi risiko-manfaat di kalangan perokok. Mayoritas responden adalah pengguna vape pria, berusia antara 25-34 tahun, pendidikan terakhir adalah universitas, dan pendapatan> IDR 2.500.000. Mayoritas ketergantungan nikotin adalah pada pengguna sehari-hari dengan kategori ketergantungan rendah. Berdasarkan persepsi risiko-manfaat, sebagian besar responden perokok memiliki persepsi risiko-manfaat yang tinggi. Dari karakteristik sosio-demografis, semua parameter memiliki nilai-p> 0.05, hanya parameter seperti usia dan status merokok yang mempengaruhi persepsi manfaat penggunaan e-rokok. Di sisi lain, karakteristik kesadaran e-rokok memiliki nilai-p <0.05, yang berarti bahwa mereka mempengaruhi persepsi manfaat dari penggunaan e-rokok. Hasil berbeda dalam persepsi risiko, karakteristik kesadaran e-rokok lebih tinggi dari 0.005 yang berarti tidak berpengaruh. Status merokok mempengaruhi persepsi manfaat rokok elektrik dengan nilai manfaat OR 0.051 (95% CI 0.027-0.702) meskipun tidak ada korelasi antara perokok tembakau dan pengguna vape dalam persepsi risiko rokok. Karena fakta ini, penelitian yang akan datang harus diarahkan untuk mengeksplorasi di lebih banyak wilayah dan kota di Indonesia, dengan melakukan itu, kita dapat mengenali prediktor penggunaan e-rokok di masa depan.
Vape also known as electronic cigarette becomes one of the types of a developed tobacco cigarette. The study aims to explore characteristics of socio-demography and nicotine dependence levels, to investigate nicotine dependence that influences the profile of e-cigarette use, and to probe socio-demography, awareness of vape advertisement, and smoking status that influenced the risk-benefit perception among smokers in Yogyakarta. Using a cross-sectional approach with self-administered questionnaires, the total respondents were 300 smokers in Yogyakarta Province and selected by convenience sampling. The variables examined were demographics, awareness, nicotine dependence, and risk-benefit perception of e-cigarette use. Data were analyzed descriptively and inferential by using Chi-square to identify the factors that influence the profile of e-cigarette use and risk-benefit perception among smokers. The majority of respondents were male vape users, aged between 25-34 years old, the last education was university, and income was > IDR 2.500.000. The majority of nicotine dependence was on everyday users with low dependence category. Based on risk-benefit perceptions, most of the smoker respondents have a high perception of the risk-benefit. From socio-demographic characteristics, all the parameters had a p-value > 0.05, only parameters like age and smoking status that influenced the benefit perception of e-cigarettes use. On the other hand, e-cigarette's awareness characteristics had a p-value < 0.05, meaning that they influenced the benefit perception of e-cigarette use. A different result in risk perception, e-cigarette's awareness characteristics was higher than 0.005 which was not influenced. Smoking status influenced the benefit perception of electronic cigarettes by OR benefit value of 0.051 (95% CI 0.027-0.702) although there was no correlation between tobacco smokers and vape users in cigarette risk perception. Due to this fact, future research should be directed to explore in more regions and cities in Indonesia, by doing that, it can recognize predictors of forthcoming e-cigarette use.
Kata Kunci : profile e-cigarette use, socio-demographic, smokers, nicotine dependence, risk-benefit perception