Laporkan Masalah

Analisis Pengaruh Gender dan Tingkatan Usia Terhadap Fake News Awareness Terkait COVID-19 dan Intention to Share dengan Pendekatan Signal Detection Theory

SYAFRUDDIN DAFFA F, Dr. Eng. Titis Wijayanto, S.T., M.Des.

2020 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Dunia digemparkan dengan penemuan wabah pandemik baru pada akhir tahun 2019 di Wuhan yang diberi nama COVID-19. Wabah pandemik ini telah menewaskan dan menginfeksi jutaan jiwa di seluruh dunia. Kebijakan pemerintah giat menghimbau masyarakat untuk beraktivitas di rumah saja, efeknya terdapat peningkatan penggunaan gawai dan media sosial. Hal ini dimanfaatkan oleh beberapa oknum yang secara sengaja atau tidak menyebarkan berita hoaks yang menimbulkan kecemasan dan kebingungan masyarakat. Per 18 April 2020 telah ditemukan 554 isu hoaks COVID-19 yang beredar di berbagai media sosial dan tercatat telah ditemukan 40 juta hoaks di media sosial Facebook selama bulan Maret 2020. Berkaitan dengan kasus yang telah ada, penelitian ini membahas terkait fake news awareness berita COVID-19 dan intention to share masyarakat ditinjau dari perbedaan gender dan tingkatan usia. Menggunakan pendekatan signal detection theory, parameter yang dianalisis adalah tingkat awareness, respon bias, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap jawaban yang diberikan. Penelitian ini juga menganalisis terkait intention to share masyarakat. Selanjutnya, analisis mediasi dilakukan untuk menguji efek mediasi dari fake news awareness pada hubungan antara gender atau tingkatan usia dengan tingkat intention to share. Responden berjumlah 279 orang yang digolongkan menjadi delapan kelompok, yaitu Baby Boomers laki-laki (59,55±0,91 tahun), Baby Boomers perempuan (60,17±1,24 tahun), Gen X laki-laki (48,00±0,58 tahun), Gen X perempuan (47,87±0,63 tahun), Gen Y/Milenial laki-laki (32,23±0,64 tahun), Gen Y/Milenial perempuan (33,03±0,72 tahun), Gen Z laki-laki (22,42±0,34 tahun), dan Gen Z perempuan (21,62±0,24 tahun). Seluruh responden telah berusia diatas 17 tahun dan mengetahui adanya wabah pandemik COVID-19. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh dari perbedaan gender dan tingkatan usia pada tingkat awareness dan intention to share responden, dengan Gen Y/Milenial laki-laki memiliki fake news awareness yang tertinggi. Sebaliknya, Baby Boomers perempuan memiliki fake news awareness yang terendah dibandingkan dengan kelompok yang lain. Selain itu, tingkat awareness mampu memediasi secara sebagian dari hubungan antara perbedaan gender dengan intention to share dan terdapat kemungkinan pengaruh latar belakang pendidikan sebagai variabel kovariat yang mempengaruhi hubungan.

The world was shocked by the discovery of a new pandemic outbreak in late 2019 in Wuhan named COVID-19. This pandemic outbreak has killed and infected millions of people throughout the world. Government policy actively encourages people to stay at home, the effect there is an increase in the use of smartphone devices and social media. This policy is exploited by some individuals who intentionally or unknowingly spread fake news, which causes anxiety and confusion among the people. As of April 18th, 2020, 554 COVID-19 hoax issues were found circulating on various social media platforms, and 40 million hoax news found on Facebook during March 2020. In connection with existing cases, this study discusses fake news awareness related to COVID-19 news and people's intention to share in terms of gender and age levels differences. Using the signal detection theory approach, the parameters analyzed are the level of awareness, response bias, and perceived awareness of respondents. This study also analyzed the intention to share of respondents. Further, a mediation analysis performed to test the mediation effect of fake news awareness on the relationship between gender or age levels with the intention to share. 279 respondents were classified into eight groups, namely male Baby Boomers (59,55±0,91 years), female Baby Boomers (60,17±1,24 years), male Gen X (48,00±0,58 years), female Gen X (47,87±0,63 years), male Gen Y/Millennial (32,23±0,64 years), female Gen Y/Millennial (33,03±0,72 years), male Gen Z (22,42±0,34 years), and female Gen Z (21,62±0,24 years). All respondents were over 17 years old and aware of a COVID-19 pandemic outbreak. The results of this study concluded that there was an effect of gender and age levels differences on the level of awareness and intention to share of respondents, with male Gen Y/Millennial having the highest fake news awareness. In contrast, female Baby Boomers had the lowest fake news awareness compared to the other groups. Also, the level of awareness can partially mediate the relationship of gender differences with the intention to share. There is a possible influence of educational background as a covariate variable that influences the relations.

Kata Kunci : Signal Detection Theory, Fake News Awareness, Intention to Share, analisis mediasi, perbedaan gender, perbedaan tingkatan usia, wabah pandemik COVID-19

  1. S1-2020-400112-abstract.pdf  
  2. S1-2020-400112-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-400112-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-400112-title.pdf